Breaking News:

Citizen Reporter

Ini Persiapan TKI untuk Bisnis di Kampung Halaman

Dalam diskusi dibahas cara membangun mental wirausaha, memanfaatkan dan mencipta mesin-mesin sederhana tepat guna, promosi, dan mengangkat prestise.

Editor: Endah Imawati

Setiap perantau pasti ingin pulang ke kampung halaman dengan membawa kesuksesan. Menikmati masa-masa senja dalam bingkai hidup damai dan penuh bahagia.

Demikian, cita-cita mulia yang dimiliki para tenaga kerja Indonesia (TKI). Itu sebabnya, seminar dan sarasehan bertajuk Membangun Kemandirian Bangsa melalui Wirausaha menjadi momentum tepat untuk belajar dan meniti jalan guna menggapai cita-cita mulia para TKI di Malaysia.

Kegiatan penuh ilmu sebagai upaya pemberdayaan buruh migran Indonesia di Malaysia itu diselenggarakan dengan kerja sama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Minggu (26/8/2018) di Dewan Pangsapuri Mutiara di Klang Lama, Kuala Lumpur.

Menghadirkan lima narasumber, yaitu H Sayid Abbas, Wawan Trisnadi P, Edi Santoso, Sulistyo Andarmoyo, dan Ayub Dwi Anggoro, acara yang dipandu M Husnaini berjalan sangat meriah dan interaktif. Banyak motivasi yang disampaikan dari kelima narasumber tadi.

Mereka membahas cara membangun mental wirausaha, memanfaatkan dan mencipta mesin-mesin sederhana yang tepat guna, promosi, dan mengangkat prestise. Tidak lupa, kiat untuk membangun jaringan, serta ide-ide usaha yang bisa menjadi alternatif untuk dijalankan ketika pulang ke kampung halaman juga menjadi pembahasan menarik.

Semakin mendalam, acara yang berlangsung 4 jam itu dimulai pukul 10.00. Dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi, para peserta yang terdiri atas kontraktor, pemilik warung makanan, kuli bangunan, penjaga toko, pekerja restoran, dan lainnya bertukar pengalaman dan membagikan ide-ide usaha untuk dikembangkan di kampung halaman.

Selain bertujuan membangun kemandirian diri dan memotivasi para TKI untuk memiliki usaha setelah kembali ke tanah air, acara yang diikuti lebih dari 50 peserta itu juga ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara PCIM Malaysia yang diwakili Sonny Zulhuda dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang diwakili H Sayid Abbas. Isinya kerja sama dalam bidang kewirausahaan sekaligus upaya pendampingan.

“Ini untuk membangun mental wirausaha dan semangat berusaha secara mandiri. Selain itu, juga untuk menularkan semangat bergerak dan berwirausaha sekecil apapun bentuknya sehingga setiap peserta benar-benar siap kembali ke Tanah Air dengan sukses penuh kebahagiaan,” kata Sonny.

M Nurroziqi
Mahasiswa Master di International Islamic University Malaysia
ziqi_ae@yahoo.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved