Citizen Reporter

Bahagia di Festival Satwa Thailand

Ada yang hanya melihat-melihat, ada juga yang memborong tiga ekor anak anjing. Wajah-wajah gembira tampak dari pengunjung di stan satwa.

Bahagia di Festival Satwa Thailand
pixabay.com

Berada di luar negeri tidak sah rasanya jika tidak ke tempat wisata, mencicipi kuliner, belanja dan mengikuti acara spesial lainnya yang diadakan di kota yang dikunjungi. Tinggal di kota baru lebih dari tiga bulan tentunya sudah mengeksplorasi banyak tempat wisata dan mulai merasa bosan dengan suasana kota yang begitu saja.

Akan tetapi, Hat Yai tidak pernah membosankan. Hat Yai tidak pernah berhenti menyuguhkan berbagai acara yang mampu menarik dan memukau wisatawan asing.

Douglas Marvin Walls, guru di Warraphat School, Hat Yai, menginformasikan acara yang unik. Teacher Doug, begitu dia disapa, mengingatkan untuk menikmati acara itu.

“Ada sebuah festival di Prince of Songkhla University atau Mo’o untuk beberapa hari ke depan. Acara ini terbuka untuk umum, menjual banyak benda dengan harga lebih rendah dan ini menjadi surga bagi semua orang,” kata Teacher Doug, Selasa (14/8/2018).

Agricultural Fair ke-26 adalah sebutan untuk festival besar ini. Menurutnya, festival itu merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di minggu kedua Agustus. Isinya ratusan stan yang terbagi dalam area khusus. Itu seperti area tanaman hias dan tanaman buah, hewan peliharaan, perabotan rumah tangga, barang elektronik, mobil, kuliner halal, pakaian, dan masih banyak lainnya.

Kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan menuju Mo’o menggambarkan besarnya antusias masyarakat akan festival itu. Memasuki area festival, pengunjung disambut stan-stan mobil mewah, truk, dan mesin pertanian.

Melangkah sedikit lebih jauh ke area hewan peliharaan, terdapat berbagai macam jenis anjing, kelinci, dan hewan lainnya. Area ini dipenuhi orang tua dan anaknya. Ada yang hanya melihat-melihat, ada juga yang memborong tiga ekor anak anjing jenis husky. Wajah-wajah gembira tampak dari pengunjung di stan satwa.

Tak jauh dari itu terlihat kumpulan ibu-ibu sedang memilih berbagai jenis anggrek, kaktus, pohon kelapa, dan pohon mangga di area stan tanaman. Itu menjadi saat paling tepat untuk membeli tanaman.

Semakin jauh ke dalam area festival, semakin sesak pula perjalanan menuju area selanjutnya. Stan kuliner menjadi area yang sangat padat. Di situ pengunjung tidak bisa berjalan leluasa. Antrean panjang ada di tiap stan dan hampir semua rest area penuh.

Walaupun berdesakan, pengunjung tidak akan merasa kepanasan di area kuliner. Setiap lorong stan berisikan 2–3 kipas angin raksasa yang digantung di atas lorong. Ternyata itu salah satu rahasia sukses menggaet pengunjung.

Di Indonesia ada tidak ya yang seperti itu? Jika ada, tentu menyenangkan.

Wilda Aulya Fitri
Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang
Sedang PPL-KKN di Warraphat School, Hat Yai, Thailand
aulyafitriwilda@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved