Berita Jember

Mahasiswa Unej Teliti Pembuatan Tempe Tahan Lama Tanpa Pengawet Pakai Radiasi Magnet

Para mahasiswa tersebut memanfaatan radiasi medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) dalam proses pembuatan tempe

Mahasiswa Unej Teliti Pembuatan Tempe Tahan Lama Tanpa Pengawet Pakai Radiasi Magnet
surya/erwin wicaksono
Dari kiri, Ita Jeny Trisnawati, Muhammad Abdul Halim, Nanda Rizky Fitrian Kanza saat tunjukkan hasil karyanya di kampus Unej Tegal Boto, Rabu (29/8/2018) 

SURYA.co.id | JEMBER - Mahasiswa Universitas Jember (Unej) melakukan penelitian yang dapat meningkatkan kualitas dan daya tahan tempe. Para mahasiswa tersebut memanfaatan radiasi medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) dalam proses pembuatan tempe yang diklaim dapat memperbaiki kualitas dan usia simpan tempe.

"Setelah melalui proses radiasi medan magnet usia simpan tempe bisa sampai 8 hari tanpa adanya perubahan warna dan rasa,” ujar Ita Jeny Trisnawati.

Dari hasil penelitian itu Ita bersama tiga orang rekannya Muhammad Abdul Halim, Nanda Rizky Fitrian Kanza, dan Sudarti, menemukan bahwa pemaparan medan magnet mampu meningkatkan jumlah bakteri dan mikroba yang menguntungkan pada proses pembuatan Tempe.

“Bahkan pada intensitas yang tinggi bisa membunuh bakteri-bakteri yang merugikan seperti halnya bakteri salmonela. Tentu ini akan membantu para pengusaha Tempe dalam proses penyimpanan Tempe yang belum laku terjual” ujar Ita.

Ita menambhakan, pemaparan radiasi medan megnet selama 60 menit ternyata tidak hanya meningkatkan lama penyimpanan pada Tempe.

Namun tempe yang terpapar radiasi medan magnet juga kaya dengan isoflavon yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Berdasarkan hasil penelitian lanjutan yang dilakukan ditemukan bahwa jamur tempe yang jadi lebih banyak.

Kandungan isoflavonnya pun juga lebih banyak sehingga juga mengandung banyak asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.

"Tentu Tempe yang kami buat memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan menyehatkan,” lanjut mahasiswi jurusan Pendidikan Fisika ini.

Abdul Halim menambahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat alat pemancar radiasi medan magnet ELF tergolong cukup murah. Untuk kapasitas produksi 25 kilogram Tempe hanya membutuhkan dana 4 sampai 5 juta saja.

“Tentu ini tergolong cukup murah. Karena alat ini tidak hanya bisa digunakan pada proses pembuatan Tempe namun bisa juga digunakan untuk mengawetkan gado gado, tape, ikan bandeng, dan juga dapat membantu proses penetasan telur lebih cepat,” ujar Halim.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved