Kamis, 16 April 2026

Berita Madiun

Karnaval HUT RI ke-73 Pemkot Madiun Usung Tema Pewayangan dan Pejuang Nusantara

Karnaval tahun ini mengangkat tema tentang pejuang nusantara, tokoh kerajaan nusantara, dan juga tokoh pewayangan.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
surya/rahadian bagus priambodo
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Madiun menampilkan konsep yang diambil dari cerita pewayangan Bandung Bondowoso. 

SURYA.co.id | MADIUN - Pemkot Madiun menggelar karnaval dengan tema sejarah Nusantara untuk memeriahkan HUT ke-73 Republik Indonesia, Rabu (29/8/2018).

Karnaval tahun ini mengangkat tema tentang pejuang nusantara, tokoh kerajaan nusantara, dan juga tokoh pewayangan.

Karnaval HUT Kemerdekaan dimulai di Balai Kota Madiun dan finish di Stadion Wilis.

Rute yang dilewati yaitu Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Mastrip.
Karnaval ini diikuti 40 peserta, dan 15 tim drumband.

Kabag Umum Pemkot Madiun, Wahyudi, mengatakan peserta karnaval diberikan kebebasan berekspresia namun harus sesuai dengan tema yang sudah ditentukan pihak panitia.

"Karena ini karnaval kemerdekaan, tema sengaja kami batasi agar tidak melebar. Peserta bebas berkreasi, tetapi tetal mengusung tokoh-tokoh yang sudah kami tetapkan," katanya kepada wartawan, Rabu (28/8/2018).

Wahyudi menuturkan ada beberapa aturan yang wajib dilaksanakan seluruh peserta karnaval.
Peserta dilarang membawa senjata tajam dan bahan peledak.

Atraksi yang ditampilkan juga tidak boleh membahayakan peserta dan masyarakat.

Peserta tidak diperbolehkan menggunakan kereta mini atau kendaraan odong-odong.

Penggunaan diesel berbahan solar untuk keperluan listrik juga dilarang.

Untuk peserta yang menggunakan mobil tidak boleh melebihi ketinggian 3,5 meter.

Dia menambahkan, karnaval ini juga dilombakan dengan beberapa kriteria penilaian seperti kemiripan tokoh yang ditampilkan, kesesuaian tema, kelengkapan atribut, kerapian, kekompakan, kesopanan, ide cerita, serta atraksi.

Pantauan di lokasi, para peserta yang berasal dari sejumlah lembaga pendidikan, pihak swasta, dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tampil maksimal mengenakan beragam kostum sesuai dengan yang ditentukan panitia.

Misalnya dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Madiun yang menampilkan konsep yang diambil dari cerita pewayangan Bandung Bondowoso.

Bedanya, Putri Rara Jonggrang kali ini tidak meminta Bandung Bondowoso membuat seribu candi, namun meminta untuk dibuatkan seribu e-KTP dalam waktu semalam.

Acara karnival ini ditonton ribuan masyarakat Kota Madiun, di sepanjang rute karnival.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved