Berita Surabaya

Dindik Jatim Anggarkan Rp 10 Miliar untuk SMA Double Track

Selain SMA double track, anggaran pendidikan juga akan fokus pada penguatan sarana prasarana SMK.

Dindik Jatim Anggarkan Rp 10 Miliar untuk SMA Double Track
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim menganggarkan hingga Rp 10 miliar untuk program SMA Double Track. Semula, program SMA double track hanya dialokasikan sebesar Rp 4 miliar. Namun, pada perubahan APBD ini sasaran program SMA double track mencapai Rp 10 miliar.

“Ditambahi jumlah anggarannya, karena sasarannya juga banyak,” tutur Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman (29/8/2018).

Saiful mengungkapkan dalam PAPBD 2018, tercatat alokasi anggaran pendidikan mencapai sekitar 30,4 persen. Dari angka tersebut, Dindik Jatim melakukan penambahan pos anggaran pada sejumlah program strategis, di antaranya terkait penambahan sasaran program SMA double track dan penambahan sarana pra sarana SMK.

Lebih lanjut Saiful menegaskan, alokasi anggaran pendidikan sebesar 30,4 persen atau senilai Rp 10,4 triliun.

Anggaran tersebut merupakan totalitas dari seluruh kebutuhan untuk gaji pegawai, tambahan penghasilan (Tamsil) termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“BOS saat ini sudah masuk APBD. Jadi Rp 10,4 triliun itu belum termasuk dengan APBN. Jadi 30,4 persen itu khusus untuk satker pendidikan saja,” ungkapnya.

Selain SMA double track, anggaran pendidikan juga akan fokus pada penguatan sarana prasarana SMK. Karena selama ini lulusan SMK dianggap penyumbang pengangguran.

Itu dikarenakan SMK-SMK itu peralatan dan guru-gurunya harus diperbaiki, baik swasta dan negeri.

“Perlu diketahui, peralatan untuk SMK itu mahal. Dan kita tidak membantu peralatan sekolah dalam bentuk yang sporadis, melainkan harus fokus,” jelasnya

Misalnya, lanjut Saiful, untuk peralatan otomotif tidak bisa pemerintah hanya membantu berupa alat pembuka ban. Kalau alat pembuka ban saja, bantuan memang bisa merata se Jatim.

Tetapi SMK kan tidak hanya belajar untuk membuka ban. Tapi otomotif juga dilengkapi dengan engine stand, trainer kelistrikan, trainer AC dan kelengkapan lainnya. “Jadi satu paket peralatan untuk kompetensi keahlian begitu bantuannya,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved