Berita Malang Raya
Berkat Patung Singa Topeng, Dwi Raih Juara Desain Keramik di Kota Malang
Menurut dia, membuat desain dari bahan keramik itu mengasikkan. Karena dari bahan akhirnya bisa diolah menjadi berbagai bentuk.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Dwi Ardiansyah, siswa kelas 10 SMAN 8 Kota Malang meraih juara 1 desain keramik jenjang SMA di UPT Keramik Malang, Rabu (29/8/2018).
Cowok ini mengambil desain keramik patung singa topeng Malang.
"Saya senang bisa menang. Saya latihan selama seminggu untuk lomba ini," jelas Dwi kepada SURYA.co.id usai lomba.
Untuk mengerjakan desain keramiknya butuh waktu empat jam selama lomba.
Ia mengaku sejak SD belajar otodidak bareng ayahnya, Ponimin, dosen Universitas Negeri Malang (UM).
"Kalau di sekolah gak ada eskul ini. Jadi saat lomba, saya mengajukan diri ikut," jelasnya.
Menurut dia, membuat desain dari bahan keramik itu mengasikkan. Karena dari bahan akhirnya bisa diolah menjadi berbagai bentuk.
Ia senang dengan adanya lomba ini. Anak muda bisa lebih berkreasi dengan bahan keramik.
Lomba ini terbuka buat siswa SMA dan SMK.
Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini. Dari siswa SMA ada 53 orang.
Sisanya adalah siswa dari SMK. Karena itu juaranya juga dibedakan per jenjang. Ada juara jenjang SMA dan SMK.
Syamsul Arifin, ketua panitia yang juga ketua Paguyupan Perajin Keramik Dinoyo menyatakan, lomba sebagai kegiatan regenerasi.
"Supaya keramik Dinoyo, khususnya dan keramik Jatim itu tetap eksis," kata dia.
Sebab dari perajin keramik seperti Dinoyo, hanya sekitar 40 persen anggota keluarganya yang meneruskan usaha keramik.
Sisanya, ada yang memilih berkiprah di bidang lain.
Sejauh ini, lanjut dia, pembeli keramik masih berdasarkan selera, belum menjadi kebutuhan utama.
Namun pembelinya masih ada, khususnya buat suvenir.
Ini dibuktikan dari penggunaan bahan baku yang mencapai 3-5 ton per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/patung-singo-edan_20180829_161146.jpg)