Berita Surabaya

Dindik Jatim Kasih 'Lampu Hijau' Sekolah untuk Tarik Iuran Bimbel, Begini Penjelasannya

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman, mengungkapkan tarikan sekolah yang digunakan untuk bimbel diperbolehkan.

surabaya.tribunnews.com/sylvianita widyawati
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mengizinkan adanya penerimaan dana dari komite sekolah untuk biaya tambahan bimbingan belajar (bimbel). Bimbel ini dikhususkan untuk siswa kelas XII agar dapat mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional (Unas) dan tes masuk perguruan tinggi.

Untuk menambah bimbel tersebut, sekolah biasanya mengambil guru dari luar dan diadakan diluar jam pelajaran, sehingga membutuhkan biaya tambahan di luar SPP bulanan.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman, mengungkapkan tarikan sekolah yang digunakan untuk bimbel diperbolehkan. Sebab proses belajar mengajar juga membutuhkan dukungan dari komite dalam hal ini orang tua.

"Bimbel ini tujuannya untuk meningkatkan kualitas lulusan, asal ada kesepakatan dengan komite boleh ada tarikan," kata Saiful pada SURYA.co.id, Selasa (28/8/2018).

Dikatakan mantan kepala Badan Diklat Jatim ini, besaran dan ketentuan pembayaran bimbel ini sepenuhnya wewenang sekolah dan komite.

"Besarannya terserah sekolah, mau dibayar berapa kali juga terserah sekolah. Nggak perlu rincian, intinya setuju atau tidak saja," sambungnya.

Jika ada wali murid yang keberatan bisa langsung mengajukan keberatannya pada sekolah. Sebab sekolah tidak diperkenankan memaksa wali murid untuk membayar biaya di luar SPP.

"Anggaran BOS tidak ada untuk bimbel. Kalau keberatan ya tinggal dileskan di tempat lain saja," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejumlah sekolah di Jatim mulai melakukan tarikan untuk bombel menjelang Unas dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sementara itu di SMAN 1 Surabaya kerjasama komite juga akan dirundingkan pada akhir semester gasal ini.

Rencananya, sekolah akan memaparkan programnya untuk bimbel tiap Jumat dan Sabtu usai jam pelajaran.

"Bimbel tambahan Unas, semester dua baru kami mulai. Nanti akan kami lihat apa bisa masuk skema dana BOS atau komite juga punya program lain," imbuh kepala SMAN 1 Surabaya, Johanes Mardijono.

Menurutnya, saat ini setiap pembelajaran di kelas guru sudah diminta memasukkan latihan soal SBMPTN dan Unas. Jadi setiap kali menjelaskan materi sudah bisa menguasai soal SBMPTN dan Unas.

"Jadi meskipun tanpa bimbel, para siswa sudah belajar persiapannya selama pembelajaran," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved