Pihak Balai Besar TNBTS Membenarkan Erupsi yang Terjadi di Gunung Semeru

Sejak 2012, Pihak PVMBG menetapkan status Waspada di Gunung Semeru. Status itu masih belum dicabut hingga kini

Pihak Balai Besar TNBTS Membenarkan Erupsi yang Terjadi di Gunung Semeru
surya/ist
Kondisi Gunung Semeru yang mengeluarkan abu vulkanis pada Sabtu (13/2/2016) lalu. 

SURYA.co.id | MALANG - Pihak Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membenarkan erupsi yang terjadi di Gunung Semeru.

Menurut Kepala Humas BB-TNBTS Sarif Hidayat, Gunung Semeru saat ini masih berstatus level II atau Waspada.

"Gunung Semeru merupakan gunung api yang tidak pernah tidur. Menurut petugas PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Gunung Sawur Lumajang, tiap hari erupsi rata-rata 1 - 2 kali erupsi," kata Sarif.

Karenanya saat ini status kegunungapian Semeru ada di Level II alias Waspada .

Erupsi itu membuat Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkaniknya. Pergerakan abu vulkanik gunung berketinggian 3.676 Mdpl itu tergantung arah angin.

Pihak PVMBG sejak 2012 menetapkan status Waspada di Gunung Semeru. Status itu masih belum dicabut hingga kini.

Status ini di atas satu level status Normal. Berstatus Waspada, PVMBG merekomendasikan pendakian hanya sampai di Kalimati, dan tidak disarankan mendaki hingga ke Puncak Mahameru.

Persebaran abu vulkanik Semeru ini rupanya mengarah ke Malang dan sekitarnya, Sabtu (25/8/2018). Hal ini membuat Garuda Indonesia memilih mengubah rute penerbangan Jakarta - Malang ke Jakarta - Juanda.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved