Politeknik Kediri

Mahasiswa Politeknik Kediri Buat Mesin Pengolah Kerupuk-Getuk Pisang, Mampu Potong 80 Kali Per Menit

Mahasiswa Jurusan Mesin Politeknik Kediri telah menciptakan mesin multiguna pengolah kerupuk dan getuk pisang dengan sistem semiotomatis.

Mahasiswa Politeknik Kediri Buat Mesin Pengolah Kerupuk-Getuk Pisang, Mampu Potong 80 Kali Per Menit
surya/didik mashudi
Mesin multiguna pengolah krupuk dan getuk pisang hasil desain mahasiswa Politeknik Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Industri rumah tangga krupuk dan getuk pisang bakal lebih efisien. Mahasiswa Jurusan Mesin Politeknik Kediri telah menciptakan mesin multiguna pengolah kerupuk dan getuk pisang dengan sistem semiotomatis.

Mesin ciptaan mahasiswa ini selain lebih cepat dalam proses produksi juga lebih efisien dan hemat tenaga.

Tim pembuat desain mesin multiguna terdiri Dian Nurcahyo, Muhammad Ridwan, Muhammad Anas Pratama, Riyan Andika Putra, dan Taufan Binantara Cahya.

Hasil inovasi ini meraih juara satu lomba Inovasi Teknologi (Inotek) Kota Kediri 2018 bidang agrobisnis.

Ketua tim Dian Nurcahyo menyebutkan, mesin multiguna dibuat setelah mereka melakukan observasi di sentra industri kerupuk di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

"Hasil observasi kami sebagian besar proses produksi masih menggunakan tenaga manual. Baru sebagian kecil yang menggunakan mesin yang dibuat terpisah," ungkapnya kepada Surya.co.id, Jumat (24/8/2018).

Karena menggunakan tenaga manual dan mesin yang terpisah, proses produksinya tidak efisien. Untuk membuat kerupuk mulai buat adonan hingga menjemur dibutuhkan waktu sampai tiga hari.

Dengan menggunakan mesin hasil inovasi mahasiswa, proses produksi semakin efisien. Karena dari membuat adonan hingga menjemur kerupuk waktunya lebih dipersingkat.

Dian mencontohkan, untuk proses produksi kerupuk satu kuintal hanya butuh waktu sekitar tiga jam. Bandingkan dengan cara manual yang butuh waktu sampai tiga hari.

"Mesin yang kami buat untuk kapasitas kecil produksi home industri," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved