Berita Jember

Sempat Tuai Polemik, Pemkab Jember Revisi Penempatan GTT. Begini Penjelasan Bupati

GTT di Jember kini kembali bisa mengajar sesuai dengan domisili masing-masing.

Sempat Tuai Polemik, Pemkab Jember Revisi Penempatan GTT. Begini Penjelasan Bupati
surya/erwin wicaksono
Guru tidak tetap di Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Sebanyak 80 persen guru tidak tetap (GTT) di Jember kini kembali bisa mengajar sesuai dengan domisili masing-masing. Sebelumnya, surat penugasan GTT di Kabupaten Jember menuai polemik lantaran mayoritas penempatan GTT tidak sesuai dengan domisili.

"Hari ini kami lakukan perbaikan dan pembaruan surat penugasan untuk 4.004 GTT. Dari sekitar 1.900 pengaduan yang masuk sudah kami tuntaskan, salah satunya 80 persen dari GTT sudah bisa mengajar sesuai dengan domisili masing-masing," tutur Bupati Jember, dr Faida, saat Kongres GTT di Jember, Kamis (23/8/2018).

Ia menambahkan Pemkab Jember telah juga telah menyusun regulasi untuk honor GTT. Setiap GTT kata Faida, akan mendapatkan gaji sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1,4 juta. Jumlah tersebut akan diambil dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan PPG.

"Untuk yang nonSPM, akan dibayarkan menggunakan APBD Kabupaten Jember lewat program Pendidikan Gratis," katanya.

Faida juga mengatakan bahwa seluruh GTT juga akan dimasukkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan beserta keluarganya.

Selain itu berdasarkan aturan yang baru dibuat, pembayaran honor GTT akan dibayarkan melalui rekening bank.

"Jadi untuk sekolah yang masih belum menyesuaikan saat ini masih kami pantau," ucapnya.

Pemkab Jember menargetkan pencairan honor GTT bisa rampung pekan depan.

Bagi GTT yang belum menerima gaji, Pemkab Jember membuka pengaduan di Sekretariat Pendopo.

"Kemarin sudah cair yang PPG, jadi hari ini kita tuntasnya yang dari BOS," pungkasnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved