Citizen Reporter

Cara Berbagi Ini Ada di Bari'an

Setiap warga sukarela membawa nasi berkat. Ketika doa selesai, mereka mengambil nasi berkat dan jajanan yang tidak sama alias saling tukar.

Cara Berbagi Ini Ada di Bari'an
ist

Kemerdekaan RI tahun ini diperingati dengan meriah di seluruh penjuru negeri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Ragam seremoni dan kegiatan sosial digelar mulai dari upacara bendera, tabur bunga di taman makam pahlawan, lomba-lomba, kerja bakti dan bersih desa, nobar film perjuangan, hingga doa bersama.

Ada sebuah tradisi positif yang layak dijaga dan dirawat, yakni tradisi Bari'an. Acara itu sebagai wujud syukur warga desa setempat akan nikmat dan anugerah kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.

Itu yang dilakukan warga Desa Penarukan, Kepanjen, Kabupaten Malang, yang mengadakan Bari'an di jalan desa, Kamis (16/8/2018). Ratusan warga ikut hadir mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, hingga kaum wanita. Tampak semuanya mengikuti acara desa ini dengan khidmat dari awal hingga akhir.

Kegiatan dimulai setelah salat Isya, dimulai dengan sambutan Ketua RT, ceramah singkat dari tokoh desa tentang makna dan hakikat kemerdekaan. Itu kemudian dilanjutkan dengan tahlil, pembacaan kalimat Thoyyibah, dan ditutup dengan doa.

Di akhir acara, warga pulang dengan membawa jajanan dan berkat. Uniknya, ketika berangkat ke Bari'an setiap warga sukarela membawa nasi berkat. Ketika doa selesai, mereka mengambil nasi berkat dan jajanan yang tidak sama alias saling tukar.

Menurut Muhsin, sesepuh desa setempat, kegiatan itu untuk mengingat jasa pahlawan yang gugur di medan perang. Itu juga sebagai wujud syukur atas nikmatnya kemerdekaan.

"Selama 3,5 abad para pahlawan berjuang melawan kolonialisme, sekarang kita isi kemerdekaan dengan kirim doa untuk beliau," tambahnya.

Bari'an berasal dari kata bahasa Arab, bari'a-yabra'u yang bermakna terbebas atau terlepas. Secara definisi adalah sebuah kondisi masyarakat yang telah melepaskan diri dan merdeka dari belenggu penjajahan pihak asing. Kata itu memiliki sinonim istiqlal yang artinya merdeka.

Tradisi yang turun temurun ini sudah selayaknya dijaga dan dilestarikan. Tujuan Bari’an harus dipahami generasi muda sehingga tidak terkikis perkembangan zaman yang mengatasnamakan modernitas.

Akhmad Kanzul Fikri
Dosen Universitas KH Wahab Hasbullah Jombang
Tinggal di PP Al Aqobah Jombang
akhmadkanzulfikri87@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved