Berita Surabaya

Gelar Bazaar 'Flip Flop', Kakak Beradik Mahasiswa UPH Ajak Masyarakat Berpikir dari Dua Sisi

Ketika melewati pintu masuk bazaar, berbagai gambaran yang secara implisit menggambarkan perbedaan langsung menyapa pengunjung

Gelar Bazaar 'Flip Flop', Kakak Beradik Mahasiswa UPH Ajak Masyarakat Berpikir dari Dua Sisi
SURYA.co.id/Delya Octovie
FOTO Pemenang lomba dance Flip Flop, Force dari SMA Kristen Petra 5 Surabaya, berfoto di photobooth bazaar. Pajangan photobooth tampak seperti tulisan LOVE jika dilihat dari kiri, tetapi akan berubah menjadi HATE jika dilihat dari sebaliknya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Bazaar dengan tema unik serta dekorasi meriah telah banyak digelar di Surabaya.

Sejak 2017, kakak beradik pemilik Marketworld, William Lokman (19) dan Edbert Lokman (18) mengadakan bazaar yang tak hanya menarik secara tema, visual, tenant dan kualitas acara, tetapi juga ada pesan penting dibaliknya.

“Tema bazaar kali ini, yaitu ‘Flip Flop’, di ambil bekerja sama dengan kampus saya Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya. Jadi kami ingin menunjukkan apa yang dilihat dari luar jelek, tapi sebenarnya di dalamnya bagus,” tutur William dalam bazaar Flip Flop di Exhibition Hall Galaxy Mall Surabaya, Sabtu (18/8/2018).

Desain bazaar sekaligus area foto bazaar pun dibuat untuk menyampaikan pesan Flip Flop, seperti gambar performer pria dan wanita dalam satu tubuh, serta pajangan area foto yang tampak tak berbentuk dari depan, tetapi jika dilihat dari kiri ternyata membentuk tulisan LOVE, dan HATE jika dilihat dari kanan.

Tema yang menggambarkan dua perspektif berbeda itu rupanya sesuai dengan tema festival UPH.

Festival UPH adalah sebutan untuk rangkaian orientasi mahasiswa baru, alias ospek.

“Jujur awalnya dari pihak desain bingung bagaimana cara menerjemahkan Flip Flop. Tetapi kami tetap bisa mencari cara agar bazaar tampak bagus. Kami melihat dari perspektif berbeda, seperti Hudson peserta Indonesia Mencari Bakat (IMB) itu,” ungkapnya.

Namun, kebingungan tersebut tak menghentikan William dan Edbert menciptakan bazaar yang bisa dinikmati pengunjung.

Ketika melewati pintu masuk bazaar, berbagai gambaran yang secara implisit menggambarkan perbedaan langsung menyapa pengunjung.

Ada bulan dan matahari yang menjadi satu, tangan hitam-putih saling menggenggam, manusia di atas sekaligus di dalam roda, dan lain-lain ditampilkan di dinding serta lantai bazaar.

“Kami ingin orang tahu bahwa Marketworld selalu membuat tema yang berbeda, serta memiliki konsep yang berbeda dari market lainnya. Kami selalu berupaya membuat event yang unik supaya orang bisa tetap menikmati,” tegas pemain basket UPH itu.

Sebanyak lebih dari 100 tenant memeriahkan bazaar Flip Flop, mulai dari fashion, makanan, sampai hobi.

Sejak bazaar dimulai, pada hari Kamis (16/8/2018) jumlah pengunjung bazaar 2000 orang, sedangkan hari berikutnya mencapai 7168.

Berbagai acara dan performance dihadirkan sampai hari terakhir bazaar, Minggu (19/8/2018), seperti talkshow dengan influencer Michimomo, meet and greet bersama penyanyi pendatang baru Devano Danendra, workshop untuk anak-anak, hingga lomba dance se-Surabaya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved