Berita Pendidikan Surabaya

Serunya Galakkan Hidroponik bersama Siswa dan Wali Murid, SDN Kapasari VIII Ajak Cinta Lingkungan

SDN Kapasari VIII Surabaya mengajak para siswanya mencintai lingkungan sejak dini dengan mengenalkan hidroponik di sekolahnya.

Serunya Galakkan Hidroponik bersama Siswa dan Wali Murid, SDN Kapasari VIII Ajak Cinta Lingkungan
surya/ahmad zaimul haq
Siswa-siswi SDN Kapasri VIII Surabaya diajak mencintai lingkungan sejak dini dengan cara menggalakkan tanaman hidroponik di sekolah, Senin (13/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - SDN Kapasari VIII Surabaya mengajak para siswanya mencintai lingkungan sejak dini dengan mengenalkan hidroponik di sekolahnya, Senin (13/8/2018). Mereka diajak memindah persemaian sawi dan kangkung ke dalam media hidroponik.

Siswa sekolah ini dijadikan Tim Hidroponik Sekolah (THS) untuk memantau dan menjaga tanaman tanpa media tanah di sekolah itu. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi siswa di Surabaya tidak saja mengenali tanaman.

"Kami senang bisa menanam sayur sawi dan kangkung. Seru bisa menjaga tanaman dan harus telaten," ucap Bunga Abida, salah satu siswi SDN Kapasari VIII yang masuk THS.

Tidak hanya siswa, orang tua wali murid juga diajak berbudi daya sayur dengan sistem hidroponik. Bahkan tadi sebanyak 60 orang tua wali murid juga diajak memindah persemaian bibit tanaman sayur itu.

Mereka sebelumnya juga diajak menanam benih sehingga saat semai untuk dipindah di media hidroponik, wali murid-wali murid itu juga diajak memindah bersama-sama. Bersama siswa THS bahu-membahu membuat media hidroponik sekolah.

"Kami jadi ada pengalaman baru menerapkan sistem hidroponik. Mau saya coba di rumah. Kebetulan anak saya kuga masuk tim THS," kata Ny Olif, wali murid siswa Virli.

SDN VIII Kapasari VIII yang menamakan dirinya Kademasa (Kapasari Delapan Surabaya) saat ini menggiatkan kegiatan hidroponik di sekolah. Setiap sekolah di Surabaya sedang digalakkan kegiatan Ecopreneur dengan mengambangkan hidroponik.

Guru pembina dan Koordinator THS Kademasa, Eny Murtiningtyas, saat ditemui menuturkan kegiatan hidroponik di sekolahya akan dikelola bersama keluarga besar sekolah.

"Kami juga libatkan peran serta wali murid dan siswa," kata Tyas, panggilan akrab Eny Murtiningyas.

Sebagai pembina THS, perempuan ini mengenalkan sistem hidroponik sejak awal kepada siswa dan wali murid. Mulai menyiapkan lahan yang ideal dengan terkena sinar matahari hingga menyiapkan media hidroponik.

Namun, pihak sekolah tidak ingin membebani siswa dan wali murid dengan memanfaatkan paralon bekas sisa pembangunan sekolah atau rumah. Semua juga diminta menyiapkan media berupa flanel, netpot, rockwool sebagai pengganti tanah.

"Untuk pupuk dan benih pakchoy (sawi) dan kangkung kita beli. Kemudian kita semai atau deder sendiri. Semai butuh waktu 12 hari dan nanti bisa dipanen usia 40 hari," jelas Tyas.

Karena tanpa media tanah, tanaman dalam hidproponik tersebut sangat bergantung nutrisi tanaman hingga PH air. Kademasa memanfaatkan sistem air mengalir dengan menggunakan bantuan penyedot listrik. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved