Ekonomi Bisnis

Potret UMKM Binaan Bank Jatim: Mudahnya Modal, Produksi Kerupuk Sugiyarno di Pasuruan Ini Kian Naik

Untuk permodalan, Sugiyarno menyatakan bisa merasa lega karena kemudahan yang ia dapat dari Bank Jatim.

surya/irwan syairwan
Pemilik pabrik Krupuk Sekar, Sugiyarno, di Desa Tambakrejo,Kraton, Kabupaten Pasuruan. 

Meneruskan usaha keluarga tak semudah membalikan telapak tangan. Hal itu dirasakan juga oleh Sugiyarno (39).

Pria asli Surabaya ini hijrah ke Kabupaten Pasuruan dan berupaya memajukan usaha keluarganya tersebut.

Namun bukan berarti usahanya itu lancar-lancar saja. Masalah demi masalah datang dan harus ia selesaikan.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sugiyarno agar usaha Krupuk Sekar yang ia bangun di Kabupaten Pasuruan bisa semakin berkembang.

SURYA.co.id | PASURUAN - Ditemui di pabrik Krupuk Sekar di Desa Tambakrejo, Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/8/2018), Sugiyarno baru saja selesai menjemur kerupuk setengah jadi atau mentah di halaman pabriknya. Pabriknya ini memproduksi kerupuk jadi siap santap.

"Sebutan umumnya kerupuk 'uyel'. Rasanya rasa bawang," kata Sugiyarno.

Dalam sehari, ayah dua anak ini bisa menghabiskan 5 kuintal tepung tapioka untuk produksinya. Pada momen-momen tertentu, produksinya meningkat jadi 7 kuintal tepung.

Pekerja pabrik Krupuk Sekar milik Sugiyarno di Desa Tambakrejo,Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Pekerja pabrik Krupuk Sekar milik Sugiyarno di Desa Tambakrejo,Kraton, Kabupaten Pasuruan. (surya/irwan syairwan)

Sugiyarno menuturkan produksi kerupuknya masih lebih sedikit dibandingkan produksi kerupuk milik abahnya di Surabaya.

Kendati demikian, produksinya sudah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu saat ia pertama kali meneruskan usaha abahnya di Pasuruan ini.

"Masalahnya cuma satu, yaitu modal. Kemudian jadi nasabah Bank Jatim. Dari sinilah, usaha saya mulai mengalami peningkatan," tuturnya.

Suami dari Devi Eka Mayasari ini mengungkapkan, saat memulai usaha di Pasuruan, semua proses produksi dilakukan secara manual. Bahkan, mencetak kerupuk pun masih menggunakan tangan.

Bank Jatim kemudian menjadikan Krupuk Sekar sebagai UMKM Binaan. Sugiyarno mengungkapkan mendapat akses modal dengan mudah untuk mengembangkan usahanya itu.

Dari sini, sistem produksi tradisional mulai ditinggalkan. Sugiyarno mengubah proses kerjanya menjadi lebih modern.

Kini, pabriknya memiliki empat mesin cetak kerupuk seharga ratusan juta yang bisa menghemat waktu dan tenaga, sekaligus meningkatkan produksi.

Pria berkacamata ini pun tak lagi mencemaskan kondisi finansial untuk bisa membeli bahan baku tapioka. Ia bisa mengambil bahan baku berapapun yang dibutuhkan untuk bisa tetap produksi.

Untuk permodalan, Sugiyarno menyatakan bisa merasa lega karena kemudahan yang ia dapat dari Bank Jatim.

Hanya saja, Sugiyarno masih kesulitan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Produknya hanya mampu menjangkau Kota Pasuruan dan sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan saja.

"Ingin sekali kerupuk saya ini bisa keluar Pasuruan. Syukur-syukur bisa menjangkau seluruh Indonesia," ucapnya.

Pekerja pabrik Krupuk Sekar milik Sugiyarno di Desa Tambakrejo,Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Pekerja pabrik Krupuk Sekar milik Sugiyarno di Desa Tambakrejo,Kraton, Kabupaten Pasuruan. (surya/irwan syairwan)

Sugiyarno berharap kemudahan modal dari Bank Jatim juga diikuti dengan memberikan jalan untuk memudahkan produknya tembus pasar yang lebih luas.

Pabriknya terdiri dari 20 pekerja. Penjualannya masih sebatas sistem kepercayaan. Dijelaskan, ia memiliki sekitar 24 mitra perorangan yang setiap hari mengambil kerupuk jadi untuk dijual kembali.

Para mitra itu mengambil kerupuk kemudian menyetor hasil penjualannya ke Sugiyarno. Dengan sistem ini, omzetnya belum menyentuh puluhan juta.

Hal ini yang ingin ia tingkatkan setelah sistem produksinya sudah mantap karena dukungan Bank Jatim.

"Saya tetap mensyukuri hasil yang didapat selama ini. Namun di sisi lain, tetap ingin memperluas pasar agar pekerja saya juga makin terangkat. Ini yang saya harapkan juga dari Bank Jatim, semoga bisa terwujud," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved