Berita Surabaya

Pembunuh Suami di Surabaya Dituntut 12 Tahun Penjara, Desy Mengaku Ditinggal Selingkuh

"Waktu itu saya emosi Pak, karena suami saya selingkuh. Saya pukul kepalanya pakai palu beberapa kali," jelas Desy.

Pembunuh Suami di Surabaya Dituntut 12 Tahun Penjara, Desy Mengaku Ditinggal Selingkuh
surya/sudharma adi
Desy menjalani sidang kasus pembunuhan sang suami di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembunuh suami dengan palu, Desy Ayu Indriani, hanya bisa tertunduk lesu. Perempuan 26 tahun ini dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/8/2018).

Dalam sidang diketuai FX Hanung Dwi ini, meminta JPU Fathol Rasyid membaca berkas tuntutan secara ringkas.

Sedangkan terdakwa selalu menunduk dengan raut muka sedih. Dalam penjelasannya, JPU menilai bahwa terdakwa terbukti melakukan kekerasan pada suami yang berujung terbunuhnya Fendik Tri Oktasari. 

"Terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan dan dijerat Pasal 44 Ayat 3 UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Kami minta hakim menjerat pidana 12 tahun penjara,” paparnya, Senin (13/8/2018).

Sebelumnya terdakwa  mengakui telah membunuh suaminya. Hal itu diungkapkan saat dirinya menjalani sidang dengan agenda keterangan terdakwa.

Di hadapan majelis hakim, saat itu Desy mengakui perbuatannya karena emosi setelah korban selingkuh.

"Waktu itu saya emosi pak, karena suami saya selingkuh. Saya pukul kepalanya pakai palu beberapa kali," jelasnya.

Masih kata Desy, setelah memukul kepala korban dengan palu, korban akhirnya tewas. Untuk mengelabui aksinya. Desy merekayasa seolah-olah korban meninggal karena bunuh diri.

"Setelah suaminya saya meninggal, lalu saya ambil lakban, mengikat tangannya dan menggantungnya," terangnya lirih.

Anggota Polsek Karangpilang menangkap Desy Ayu Indriani karena diduga menghabisi korban, namun dengan alibi bunuh diri. Dari pemeriksaan, diketahui jika korban saat dipukul, posisinya duduk di ruang tengah.

Pertama kali dipukul di bagian kepala kanan, tapi korban tidak melawan. Lantas pukulan kedua dilayangkan Desy dengan kondisi kalap dan pukulannya sangat keras.

Pukulan martil itu yang menyebabkan kematian korban Fendik.

Martil yang diamankan di Polsek Karangpilang untuk barang bukti, diambil tersangka di bagian dapur.  

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved