Ibadah Haji 2018

Delapan Calon Jamaah Haji Jatim Meninggal di Tanah Suci, Ahli Waris Berhak Dapatkan Ini

Ajal menjemput sebelum mereka melaksanakan prosesi wukuf sebagai prosesi wajib saat ibadah haji.

Delapan Calon Jamaah Haji Jatim Meninggal di Tanah Suci, Ahli Waris Berhak Dapatkan Ini
surya/ahmad zaimul haq
Jamaah haji di Embarkasi Surabaya sebelum diberangkatkan ke tanah suci Mekkah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang berkahirnya pemberangkatan kloter terakhir pada Rabu (15/8/2018), saat ini sebanyak 8 calon jemaah haji (CJH) asal Jatim meninggal di Tanah Suci Mekkah.

Ajal menjemput sebelum mereka melaksanakan prosesi wukuf sebagai prosesi wajib saat ibadah haji.

Meski meninggal, mereka berhak menyandang titel haji.

Mereka disebut haji badal atau haji yang diwakilkan karena yang bersangkutan telah meninggal.

"Bagi yang meninggal berhak atas asuransi yang diberikan kepada ahli waris," jelas Sutarno Pertowiyono, PPIH Embarkasi Surabaya, Senin (13/8/2018)

Ahli waris CJH yang meninggal akan mendapat klaim asuransi senilai Rp 15,1 juta.
Keluarga tidak perlu mengurus. Semua dokumen dan pencairan akan diurus langsung oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

"Klaim asuransi itu akan di transfer ke rekening CJH. Selanjutnya bisa langsung dicairkan ahli waris," terang Sutarno.

Selain itu, jelas Sutarno jamaah haji yang wafat akan mendapat sertifikat badal haji.

Niat hajinya telah diserahkan untuk dilakukan kepada orang lain atau petugas.

Bagaimana dengan barang bawaan jamaah yang sudah meninggal, semua akan dikirim melalui kloter masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved