Breaking News:

Berita Surabaya

Guru Pendidikan Agama Islam Diminta Jadi Milenial yang Berjiwa Entrepreneur

Program kedua di GPAI yang sudah berjalan adalah penguatan akhlak generasi emas Surabaya (Puager).

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sofiana
Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam Surabaya hadir dalam silaturahmi dan talkshow Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII)di Graha Widya SMPN 26 Surabaya, Sabtu (11/8/2018). 

“Kalau Jangkar untuk guru, yang Puager ini untuk siswa. Jadi istilahnya guru dan kami ikut membekali anak-anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Ikhsan.

Dengan adanya program tersebut, sudah banyak hal baik yang dilakukan oleh guru dan anak-anak.

Selain itu, Ikhsan meminta GPAI untuk ikut menyosialisasikan program beasiswa hafiz dari Pemkot Surabaya.

Program ini sudah berjalan pada tahun ini. Namun, belum banyak yang mengikuti.

Sehingga GPAI diminta menyiapkan siswanya sedini mungkin.

“Beasiswa ini untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Surabaya Abd Rachman mengungkapkan tuntutan GPAI agar bisa menjadi guru milenial sangat sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami memang harus punya pandangan dan wawasan lebih. Mudah-mudahan ilmu yang diterima bisa menambah pengetahuan dan tidak meninggalkan nilai keislaman,” katanya.

Menurut Rachman, GPAI memiliki tugas yang berat.

Salah satunya menjadikan anak sebagai insan kamil dan bisa menjawab tantangan yang ada.

Sebab saat ini metode pembelajaran pada anak sudah banyak berkembang.

“GPAI harus mau terus belajar untuk bisa menjawab tantangan itu,seperti menangani anak-anak yang saat ini lebih gemar dengan gadget dibandingkan buku,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved