Citizen Reporter

Dangdut Ini Favorit Mahasiswa Amerika di Malang

Penyanyi favorit Bill Wang, salah satu mahasiswa Amerika, adalah Rhoma Irama. Ia sangat tertarik pada cerita kehidupan Raja Dangdut itu.

Dangdut Ini Favorit Mahasiswa Amerika di Malang
ist

Sejak Juni sampai Agustus, 27 mahasiswa Amerika belajar bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Critical Language Scholarship (CLS).

Sebelum datang ke Indonesia, para mahasiswa belum pernah mendengarkan musik dangdut sama sekali karena musik dangdut belum tersebar ke Amerika. Namun, ketika mereka menjelajahi Malang, musik dangdut dapat didengarkan di restoran, di bus, atau di mana saja.

Saat perayaan Hari Kemerdekaan Amerika, Rabu (4/7/2018), barulah mereka benar-benar menikmati dangdut. Saat perayaan dilaksanakan di kampus, agar peserta Amerika dan Indonesia dapat bertukar kebudayaan yang berbeda, mereka menampilkan lagu dan musik.

Setelah memperdengarkan lagu kebangsaan Amerika dan Indonesia, mahasiswa CLS menampilkan musik dan tari Amerika, contohnya The Wobble dan The Cupid Shuffle. Itu dilanjutkan dengan memperkenalkan musik dan tarian Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan memperdengarkan lagu dangdut modern contohnya Lagi Syantik dan Terong Dicabein. Meskipun para mahasiswa Amerika belum mengenal lagu-lagu dangdut, mereka langsung ikut berjoget dan bergembira.

Sejak itu, para mahasiswa tetap menjadi penggemar dangdut. Misalnya, penyanyi favorit Bill Wang, salah satu mahasiswa Amerika, adalah Rhoma Irama. Ia sangat tertarik pada cerita kehidupan Raja Dangdut itu.

Shaan Amin yang juga mahasiswa Amerika menyukai musik dangdut. Itu karena pengaruh dari luar negeri, contohnya India yang memengaruhi aliran musik dangdut sehingga aliran musik dangdut menjadi kaya.

Sebenarnya ada seseorang mahasiswa yang sudah belajar musik dangdut, yaitu Rebecca Selin alias Beeba. Ia sudah mengikuti First Annual American-Indonesian Dangdut Festival yang merupakan pentas dangdut di kota Delaware, negara bagian Ohio.

Meskipun belum pernah menyanyikan lagu dangdut sebelumnya, dia diajak oleh perintis dangdut di Amerika. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya menyanyikan lagu dangdut dengan baik.

Mahasiswa CLS mengikuti Kelas Dangdut untuk memperdalam pengetahuan dan kemampuan tentang musik dangdut klasik dan modern. Alasan Sarina Haryanto, salah satu mahasiswa Amerika keturunan Indonesia, tujuan dia mengikuti kelas dangdut adalah meningkatkan kepercayaan diri.

Menurut Ina, pengajar Kelas Dangdut di UM, kesulitan dalam mengajarkan musik dangdut kepada mahasiswa Amerika hanya pada bahasa yang berbeda. Setiap Senin, mahasiswa CLS di Kelas Dangdut rajin berlatih.

Latihan diperlukan agar mereka dapat menampilkan musik dangdut pada acara perpisahan program CLS yang dilaksanakan sebelum mahasiswa Amerika pulang. Lagu pertama yang diajarkan adalah Secawan Madu. Mahasiswa CLS juga sudah mempersiapkan lagu lainnya.

Musik dapat menghubungkan orang dari budaya yang berbeda. Hal itu membuat pertemanan baru sehingga memperkuat hubungan di antara Amerika dan Indonesia.

Melalui musik juga hubungan antarbudaya menjadi erat karena semua orang percaya dangdut adalah musik asli Indonesia dan Indonesia akan tetap berjaya di jalur dangdut.

Astrid Mobley
Mahasiswa Program CLS Amerika
Universitas Negeri Malang
astridmobley@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved