Ada Pos TNI AL untuk Pusat Musyawarah Nelayan
Pusat Penerbangan Angkatan Laut Juanda mendirikan pos pengamat di sentra nelayan Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Selasa (7/8/2018).
Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SIDOARJO - Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda mendirikan pos pengamat di sentra nelayan Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Selasa (7/8/2018).
Ini merupakan kali pertama ada pos pengamatan Puspenerbal yang didirikan di sentra nelayan. Pos ini berdiri di lingkungan TPI (tempat pelelangan ikan) Sedati, persis di bibir sungai tempat perahu nelayan sandar di kawasan itu.
"Salah satu fungsi utama pos ini adalah tempat musyawarah kecil para nelayan. Di sini, kami juga membangun mushola agar bisa dimanfaatkan warga untuk beribadah," kata Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan.
Di pos tersebut bakal ditempatkan petugas yang berjaga bergantian sepanjang waktu. Nantinya, tugas anggota jaga di pos adalah membantu dan menjembatani hal-hal yang dibutuhkan para nelayan.
"Misalnya ada nelayan mengetahui ada penggunaan alat tangkap ikan yang melanggar, atau ada hal lain yang perlu ditindaklanjuti, bisa langsung lapor. Selanjutnya kami fasilitasi ke instansi terkait," sambung Dwika Tjahja Setiawan.
Demikian halnya ketika ada program atau aturan baru dari pemerintah pusat, petugas pos bakal langsung mensosialisasikan ke para nelayan. Agar mereka tidak ketinggalan informasi terkiat program nasional dan sebagainya.
Sementara menurut Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana, pendirian pos ini merupakan jawaban atas keinginan masyarakat. Khususnya masyarakat nelayan Sedati.
"Agar TNI AL bisa membantu pengembangan potensi hasil perikanan, yaitu dengan pengembangan dan pembangunan TPI Gisik Cemandi sehingga bisa lebih maju dan menarik minat pembeli dari daerah-daerah lain," ujarnya.
Selain itu, Pos Keamanan Laut Terpadu juga diharapkan bisa mengantisipasi potensi pertikaian antar nelayan terkait area penangkapan dan perbedaan pengunaan alat tangkap yang masih sering terjadi.
"Dengan adanya pos TNI seperti ini, tentu kami bisa lebih tenang. Jika terjadi masalah-masalah antarnelayan, tentu bisa lebih cepat teratasi. Termasuk jika ada pelanggaran dalam penangkapan ikan dan sebagainya," ujar Muhammad Syafi'i, warga setempat.
Demikian halnya disampaikan Kepala Desa setempat. "Ke depan, dengan bantuan para anggota TNI melalui pos ini juga harapannya kawasan ini bisa lebih maju. Khususnya di sektor nelayan," ujar Amat, Kades Gisik Cemandi.
Usai acara peresmian pos pengamat tersebut, Komandan Puspenerbal bersama sejumlah pejabat TNI AL dan berbagai tamu undangan yang hadir juga sempat berkeliling ke dalam TPI.
Mereka menyapa para penjual ikan dan warga yang sedang belanja. Dari bincang-bincang itu, diketahui ikan dari tempat ini biasa dikirim ke berbagai daerah di Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan sebagainya. Bahkan, untuk beberapa ikan jenis tertentu, mayoritasnya diekspor ke negara lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pos-pengamat-di-sentra-nelayan-desa-gisik-cemandi-candi-sidoarjo_20180807_190625.jpg)