Berita Surabaya

Komunitas Lingua Franca Kenalkan Bahasa Lewat Penutur Asli

Lingua Franca Community mempunyai teknik khusus dalam mengenalkan bahasa

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Sulvi Sofiana
Penutur Bahasa Madura saat menyampaikan materi dalam Surabaya Language Festival 2018 di gedung Siola, Sabtu (4/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengenal bahasa biasanya dilakukan dalam memaknai arti kata hingga susunan kata yang digunakan. Namun, Lingua Franca Community mempunyai teknik khusus dalam mengenalkan bahasa.

Komunitas yang dibentuk mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim ini mengenalkan bahasa melalui sosio kultur penutur asli.

Pengenalan ini dikemas dalam Surabaya Language Festival 2018 yang dilakukan bersama Language Festival Association Sydney dan Balai Bahasa Surabaya di gedung Siola, Sabtu (4/8/2018).

Ario Bimo Utomo, penanggung jawab dan penggagas komunitas mengungkapkan Surabaya Language Festival terinspirasi dari festival-festival bahasa serupa yang telah sukses diadakan di berbagai belahan dunia lain.

Gerakan festival bahasa secara umum memiliki sebuah tujuan sama, yakni merayakan multikulturalisme serta menunjukkan bahwa setiap bahasa memiliki keunikannya tersendiri.

"Jadi tidak hanya mengenalkan bahasanya saja, tapi juga kebudayaan asal bahasa dan sejarahnya. Jadi penutur asli bisa mengungkapkan kebanggaan atas bahasanya," lanjutnya.

Festival ini dikatakan Bimo, sapaan akrabnya, merupakan ajang yang mempertemukan berbagai bahasa yang berbeda dalam sebuah wadah sehingga masyarakat mampu membandingkannya terlebih dahulu.

Jullyo Bagus, ketua panitia mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud eksistensi komunitasnya yang baru dibentuk awal tahun 2018. Apalagi selama ini mahasiswa HI UPN Jatim tidak secara khusus mempelajari bahasa.

"Sebagai komunitas baru kami ingin membangun jaringan lebih luas dengan semua peminat bahasa. Acara ini sebagai langkah awal pengenalan,"ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota komunitas bisa mengetahui organisasi atau lembaga yang bisa mewadahi pengembangan bahasa yang diminati. Sebab, dalam komunitasnya  terdapat sekitar 9 bahasa yang dipelajari.

Dalam kegiatan ini, Jullyo mengungkapkan menghadirkan berbagai penutur asli dari berbagai negara juga penutur asli lokal. Dalam hal ini yaitu penutur bahasa Madura yang juga mahasiswa UPN Veteran Jatim.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved