Breaking News:

Berita Lamongan

Tak Hanya di Mojokerto, di Lamongan Juga Bermunculan Ular Piton Berukuran Tak Lazim

Ular itu sebelumnya diketahui warga sempat melata di lingkungan rumah warga ketika sedang berganti kulit

SURYAOnline/Hanif Manshuri
Beberapa pria dewasa membantu mengangkat ular piton untuk diukur panjang dan berat, Jumat (3/8/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Ular Piton sepanjang 4 meter dengan berat 25 Kilogram berhasil ditaklukkan warga Dusun Kacangan, Desa Dukuhagung, Kecamatan Tikung Lamongan Jawa Timur, Jumat (3/8/2018).

Ular itu sebelumnya diketahui warga sempat melata di lingkungan rumah warga ketika sedang berganti kulit.

Baca: Usai Gerhana Bulan Tampaklah Ular Piton Berukuran Tak Lazim, Ini yang Dilakukan Warga Mojokerto

Baca: Keresahan Warga Belum Selesai, Penampakan Ular Piton Berukuran Tak Lazim Terlihat Lagi di Mojokerto

"Tadi malam ular itu ada yang melihat, dan karena malam warga tak sampai menangkapnya," ungkap Mustari, Jumat (3/8/2018).

Saat saksi Mustari pagi tadi hendak memulai menggali tanah untuk membuat sumur , tiba-tiba dikagetkan dengan munculnya ular besar di sekitar rumahnya.

Lantaran takut dengan gerakan ular sampai ke titik tempat tanah yang ia gali untuk sumur, Mustari bergegas meninggalkan lokasi galian.

Mustari berteriak memberitahu warga lingkungannya kalau ada ular besar di sekitar rumahnya.

Warga pun tak ada yang berani menangkapnya. Salah satu warga ingat kalau di desanya ada seorang pawang ular yang juga jual beli segala jenis ular.

Di antara mereka memanggil sang pawang, dan dengan hanya mengenakan sarung tanpa memakai baju, Mukhlis, sang penakluk ular itu bergegas menuju rumah Mustari.

Tanpa ragu dan takut, Mukhlis dengan tenang berhasil menangkap ular dengan tangan kosong.

Atraksi Mukhlis yang berhasil menaklukkan itu disambut sorak sorai warga lingkungan, termasuk para ibu dan anak-anak.

Begitu berhasil tangkap, dibantu beberapa warga, ular itu diukur panjang dan ditimbang beratnya.

Uniknya, usai diukur dan ditimbang, binatang berbahaya itu diajak beratraksi.

Sembari berdiri ular itu dililitkan ke tubuh di bagian perut, pinggang dan punggung Mukhlis yang tanpa baju dan hanya bersarung.

Tak hanya dengan berdiri, Mukhlis masih menambah atraskinya dengan duduk bersila, dan kembali ular Piton itu dililitkan melingkar di tubuhnya.

Atraksi gratis pawang bertubuh tambun ini disambut sorak sorai dan tepuk tangan warga.

"Siapa yang mau beli ular ini monggo, dan jangan lupa beri makan," pesan Mukhlis saat menawarkan ular pada warga.

Tak satupun warga yang ada di lokasi menawarnya. Terpaksa Mukhlis membawa pulang ular tersebut untuk dipelihara sendiri.

"Wis, tak bawa pulang aja," kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, ular itu akan dijadikan dagangannya, seperti pekerjaan yang ditekuni selama ini.

Keyakinan Mukhlis, ular jenis apapun akan menjadi galak jika tidak diberi makan dan kelaparan.

Makanya pada setiap pembeli ular darinya selalu dipesan untuk merawat dengan baik, memberinya makan.

"Jok sampai keleson," pesannya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved