Berita Surabaya

Gandeng PT Pos, Polrestabes Surabaya Maksimalkan e-Tilang, Rekaman CCTV Dikirim ke Rumah Pelanggar

Tilang berbasis CCTV (E-Tilang) di Kota Surabaya terus dipertajam dan disempurnakan.

Gandeng PT Pos, Polrestabes Surabaya Maksimalkan e-Tilang, Rekaman CCTV Dikirim ke Rumah Pelanggar
surya/fatkhul alami
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan (kedua dari kanan) dan Kadishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat ketika memantau layar monitor CCTV lalu lintas di TL Kertajaya-Dharmawangsa Surabaya, Kamis (2/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tilang berbasis CCTV (E-Tilang) di Surabaya terus dipertajam dan disempurnakan. Jika Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menerapkan tilang on the spot (langsung), Satlantas Polrestabes Surabaya bakal mengirim surat ke alamat pengendara yang melanggar.

Satlantas Polrestabes Surabaya berencana menggandeng PT Pos guna mengirimkan surat bagi pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV.

"Setelah dilakukan analisa bersama Dishub (Surabaya), kami bakal berkirim surat ke alamat pengendara yang melanggar. Bukti foto pelanggar yang tertangkap CCTV," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rydi Setiawan disela-sela memantau rekaman CCTV lalu lintas traffic light (TL) Kertajaya - Dharmawangsa Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Bersama Kadishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, Rudi mengaku, pihkanya nanti akan menggandeng PT Pos sebagain pelaksana teknis pengiriman surat.

Diharapkan ini bisa membuat efek jera bagi pengendara tak melalukan pelanggaran berlalu lintas. Masyarakat menjadi sadar tak melakukan pelanggaran.

"Kami nanti tidak perlu di lapangan memantau langsung, tapi cukup lihat monitor CCTV," terang Rudi.

Jika sudah berjalan, lanjut Rudi, nanti akan dievaluasi. Diharapkan jumlah pelanggaran kalu lintas makin menurun. Jika ini berhasil, maka itu capaian bagus.

"Kami tak senang jika jumlah pelanggaran masih banyak. Alhamdulillah kalau jumlah pelanggaran sedikit dan terus menurun, berati masyarakat ada kesadaran," ucap mantan Direskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) ini.

Rudi menuturkan, dari hasil pantuan dan evaluasi, jumlah pelanggaran lalu lintas banyak terjadi pada pagi hari saat jam masuk sekolah atau kerja. Pengendara terburu-buru, sehingga melanggar TL, marka jalan, atau stop line.

"Kalau mau berangkat sekolah dan keja, pengendara abai dan melanggar lalu lintas," jelas Rudi.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved