Bisnis

BFI Bidik Penyaluran Kredit ke Sektor UKM Percetakan

PT BFI Finance Indonesia Tbk menyalurkan pembiayaan di UKM sektor percetakan. Peluang apa yang mereka bidik?

BFI Bidik Penyaluran Kredit ke Sektor UKM Percetakan
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Regional manager Jawa Timur BFI Finance, Tan Eng Han dan corporate manager surabaya, Lily Listiyani berdialog di Surabaya Printing Expo yang digelar di Grand City Surabaya, Kamis (2/7/2018). BFI Finance perusahaan pembiayaan yang dimana salah satu produk unggulannya yaitu pembiayaan machinery yang mencakup beberapa kategori mesin produksi salah satunya adalah sektor industry percetakan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT BFI Finance Indonesia Tbk menyalurkan pembiayaan di UKM sektor percetakan

Corporate Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Lily Listyani mengatakan, pembiayaan UKM sektor alat percetakan masuk dalam pembiayaan bidang machinery atau mesin dan peralatan.

"Di Jawa Timur, kontribusi pembiayaan Machinery mencapai sekitar 12,5 persen dari total pembiayaan yang sudah kami kucurkan," kata Lily, Kamis (2/8/2018).

Divisi pembiayaan Machinery baru berumur lima tahun  di Jatim.

Kontribusi pembiayaan terbesar masih jenis mobil bekas sebesar 70 persen, kedua adalah motor, disusul mesin, dan terakhir properti.

Di segmen mesin dan peralatan ini, BFI banyak membiayai beberapa sektor usaha seperti digital printing, mesin industri, meesin percetakan, dan sebagainya.

"Selama ini banyak pengajuan pembiayaan untuk mesin digital printing, dimana usaha ini memang banyak bermunculan di sejumlah kota, seiring dengan meningkatnya permintaan," lanjut Lili.

Dalam pembiayaan mesin, BFI memberikan pembiayaan 60-70 persen dari harga mesin itu dengan tenor maksimal 3 tahun. Bunga yang kita patok di level 7-8 persen flat.

Potensi pembiayaan sektor ini, khususnya jenis mesin digital printing sangat besar, apalagi menjelang tahun politik seperti saat ini, dimana banyak partai politik yang memesan perlengkapan kampanye, atau juga perusahaan-perusahaan untuk kebutuhan promosi.

"Makanya ke depan kita berharap kontribusi machinery ini bisa meningkat ke angka 20 persen," ujar Lily.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved