Berita Surabaya

Dijerat Pasal Penipuan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Jalani Sidang Tanpa Didampingi Kuasa Hukum

Mengenakan batik cokelat dan rambutnya yang klimis, Dimas Kanjeng duduk menghadap majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana.

Dijerat Pasal Penipuan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Jalani Sidang Tanpa Didampingi Kuasa Hukum
surya/sudharma adi
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menghadiri sidang di PN Surabaya, Rabu (1/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dengan dikawal polisi, Dimas Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng masuk ke Ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/8/2018).

Dimas Kanjeng menjalani sidang dakwaan tanpa didampingi kuasa hukum.

Dengan mengenakan batik cokelat dan rambutnya yang klimis, Dimas Kanjeng duduk menghadap majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana.

Hakim Anne memandang meja kosong tempat kuasa hukum duduk.

“Saudara terdakwa tak didampingi kuasa hukum ?” tanya Anne.

Dimas Kanjeng lalu menggeleng dan menegaskan tak memakai kuasa hukum.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menjalani sidang di PN Surabaya, Rabu (1/8/2018).
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menjalani sidang di PN Surabaya, Rabu (1/8/2018). (surya/sudharma adi)

Setelah itu, di atas kursi putar hitam yang empuk itu, Dimas Kanjeng menyimak seksama dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Andrianto dan Rakhmad Hary Basuki.

Dalam berkas dakwaannya, JPU menilai bahwa terdakwa melakukan penipuan. Dengan begitu, maka dia dijerat pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca: Jalani Sidang di PN Surabaya, Dimas Kanjeng Disapa dengan Sebutan Yang Mulia oleh Para Santrinya

Untuk kasus ini bermula pada tahun 2013 dimana korban Muhammad Ali, tertarik dengan tawaran kursi di Padepokan Dimas Kanjeng yang menghasilkan uang dari kantong jubahnya.

Ia mengalami kerugian sebesar Rp 35 miliar.

Menanggapi dakwaan itu, Dimas mengaku tidak mengajukan eksepsi.

Dengan begitu, maka sidang selanjutnya akan digelar pada 8 Agustus mendatang untuk pengajuan saksi-saksi dari JPU.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved