Persona

Arinda Dewi Rutin Kompetisi Sekaligus Dakwah Islam Lewat Ilmu Pengetahuan

Melalui berbagai kompetisi yang dia ikuti, Arinda Dewi Nur'aini, mahasiswi S1 Ekonomi Islam Unair melakukan dakwah.

Arinda Dewi Rutin Kompetisi Sekaligus Dakwah Islam Lewat Ilmu Pengetahuan
ist
Arinda Dewi Nur 'Aini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengikuti berbagai ajang kompetisi di berbagai universitas membuat Arinda Dewi Nur 'Aini (22), mahasiswa S1 Ekonomi Islam Universitas Airlangga berkesempatan berbagi pengetahuan serta menggaungkan dakwah ekonomi Islam.

Ia bahkan memperoleh predikat wisudawan berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Jujur saya kaget. Bahkan sempat saya kira itu spam call saat mendapat predikat itu,” tutur perempuan kelahiran 4 Desember 1995 itu.

Dalam beberapa kompetisi, ia berhasil menjuarai Olimpiade Ekonomi Islam Temilreg, National Islamic Economic Olimpiad, Sharia Economic Smart Olympiad, serta finalis berbagai paper competition.

Dari kesempatan berkompetisi, ia menyadari ilmu yang ia peroleh di bangku perkuliahan tidak cukup untuk mengasah soft skill dan wawasan dalam bidang yang ia tekuni.

Selama perkuliahan, ia tergolong aktif mengikuti berbagai organisasi. Seperti Association of Sharia Economic Studies, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam, hingga Moslem Student Assciation of Economic and Business Faculty.

"Tantangan utama ya membagi waktu antara organisasi, akademik, dan ibadah,"lanjutnya.

Dalam mengembangkan ekonomi Islam, ia mengangkat topik skripsi mengenai akuntansi untuk lembaga wakaf. Ia melihat bahwa belum ada standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), khususnya yang mengatur mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian transaksi wakaf produktif.

“Selama ini, IAI masih mengatur standar akuntansi untuk lembaga zakat. Padahal karakteristik zakat dan wakaf jelas berbeda. Melalui penelitian ini, saya ingin berkontribusi untuk pengembangan wakaf produktif di Indonesia,” terangnya.

Baginya, sebagai mahasiswa harus memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Mengingat, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenyam bangku perkuliahan

“Tujuan perkuliahan tidak semata-mata untuk memperoleh gelar, namun juga menuntut ilmu, mengasah potensi diri dan melatih softskill yang pasti berguna untuk memasuki dunia kerja,” tuturnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved