Berita Surabaya

Seorang Istri di Surabaya Bunuh Suami karena Cemburu, Desy Awalnya Mengaku Suaminya Gantung Diri

Desy adalah terdakwa kasus pembunuhan terhadap suaminya, Fendik Tri Oktasari. Ia tak dapat menahan kesedihan saat saksi menjelaskan motif pembunuhan.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
SURYAOnline/Danendra
Desy Ayu Indriani  menjalani sidang di ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (31/7/2018). 

Surya.co.id | SURABAYA -  Desy Ayu Indriani hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu saat saksi dari kepolisian memberikan keterangan. Ia pun tak dapat menahan kesedihan ketika saksi menjelaskan motif pembunuhan tersebut. Air matanya bergelinang, sesekali Desy menyeka keringat menggunakan tisu. Desy adalah terdakwa kasus pembunuhan terhadap suaminya, Fendik Tri Oktasari.

Pada sidang lanjutan hari ini, Selasa (24/7/2018) di Ruang Tirta 2, majelis hakim menghadirkan saksi anggota Polsek Karang Pilang Wahyu Ramadani.

Wahyu menguraiakn saa dirinya  mendatangi tempat kejadian perkara mendapati beberapa kejanggalan. Jenazah Fendik tak benar-benar dalam kondisi tergantung.

"Lututnya masih menempel di lantai seperti bersimpuh. Tali pengikat tak kuat menopang berat badan," katanya.

Wahyu adalah anggota pihak kepolisian Karang Pilang yang pertama kali mendatangi lokasi kejadian. Ia meminta Desy dan warga sekitar untuk memberikan keterangan sementara.

"Saya tanya ke tetangga apa semalam terdengar ada cek cok di dalam rumah yang ditinggali Fendik dan Desy. Saya juga meminta keterangan ke Desy, dia menjawab 'bunuh diri'," ujarnya.

Wahyu tak percaya begitu saja, sebab ada kejanggalan lain. Fendik diyakini tak mengakhiri hidupnya dengan gantung diri sebab ada luka pukulan benda tumpul di kepala bagian kanannya. Ia pun menduga sementara Fendik tewas dibunuh.

Lalu Wahyu melihat kondisi rumah, hasilnya tak ada kerusakan di jendela maupun pintu.

"Desy awalnya memberikan keterangan berbelit. Ia tetap menyatakan bahwa suaminya mati bunuh diri," ucapnya di hadapan majelis hakim.

Pihak kepolisian pun menempuh jalan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya Fandik. Kepolisian juga mengundang Desy ke ruang autopsi, untuk membuktikan penyebab kematian Fendik.

"Desy langsung menangis dan mengakui bahwa dia telah membunuhnya dengan mengempaskan palu ke kepala Fendik," paparnya.

Majelis Hakim yang diketuai Agus Hamzah bertanya kepada terdakwa tentang kesaksian yang dibeberkan Wahyu lalu iya jawab dengan nada lirih. "Yaaa," Pungkas Desy sembari kembali ke kursi pesakitan.

Desy tega membunuh suaminya lantaran dibakar api cemburu. Desy kerap memergoki Fendik mendua.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved