Berita Surabaya

Selain Tistas, Khofifah Indar Parawansa Upayakan Jatim Sejahtera Masuk di RAPBD 2019

Ia menyebut program yang bisa dilanjutkan dalam pengentasan kemiskinan dari pemerintahan saat ini adalah Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera

Selain Tistas, Khofifah Indar Parawansa Upayakan Jatim Sejahtera Masuk di RAPBD 2019
surya/ahmad zaimul haq
Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa berupaya agar program Jatim Sejahtera yang ada dalam nawa bhakti satya bisa masuk dalam rencana anggaran belanja RAPBD 2019.

Hal ini menyusul masalah kemiskinan dan ketimpangan di desa menjadi masalah prioritas yang ingin segera diatasi begitu menjabat pada Maret 2019 mendatang.

"Akhir masa jabatan pemerintahan yang saat ini kan Februari tahun depan, sekarang sudah kita upayakan bersama tim navigasi program bertemu dengan pemprov untuk sinkronisasi program," kata Khofifah, Selasa (31/7/2018).

Khofifah mengatakan, program kengentasan kemiskinan ini sudah dikomunikasikan di DPRD.

Dan prinsipnya sama sebagaimana DPRD juga menemukan kedalaman kemiskinan di titik tertentu.

"Jadi sejalan, program kita yang pertama dalam nawa bhakti satya adalah Jatim Sejahtera, bagimana untuk bisa menangani kemiskinan dan ketimpangan," kata Khofifah.

Sebagaimana yang sudah banyak ia katakan, prinsip utama yang ia ingin lakukan adalah untuk double C, yaitu continuity (keberlanjutan) dan juga change (perubahan).

Ia menyebut program yang bisa dilanjutkan dalam pengentasan kemiskinan dari pemerintahan saat ini adalah Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra).

Program ini akan dikolaborasikan dengan komplementer agar lebih bisa efektif dan efisien dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur.

Komplementer yang dimaksudkan salah satunya Khofifah sudah bertemu dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Saya minta agar di-zoom kemiskinan di Jawa Timur. Jadi nggak lagi di survei global, tapi dimunculkan data kemiskinan per RT agar kita tahu apa sebab kemiskinnnya dan dicarikan solusi pengentasannya," kata Khofifah.

Begitu juga dengan program keluarga harapan yang sudah berjalan. Program PKH plus sebagimana sudah diterapkan nasional Kementerian Sosial, akan ditambah dengan PKH plus untuk lansia dan difabel.

Program itu sudah tercamtum dalam bhakti pertama Khofifah saat kampanye yaitu Jatim Sejahtera.

"Selain itu saya juga sudah sampaikan ke Pakde Karwo tentang pendidikan. Warga Jawa Timur 40 persen kemiskinan terendah akan dapatkan pendidikan gratis dan berkualitas. Ini masuk dalam program kita TisTas," kata Khofifah.

Program ini juga masuk prioritas agar bisa masuk dalam RAPBD 2019.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved