Berita Surabaya

Pejabat Unicef Sebut Surabaya Belum Layak Anak Bila Imunisasi Dasar Belum 95 Persen

Pejabat Unicef area Jawa-Bali menyebut kota Surabaya belum bisa dianggap layak anak apabila belum 95 persen melakukan imunisasi dasar

surya/sulvi sofiana
Siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya saat mendapat vaksin difteri, Selasa (31/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemberian vaksin atau imunisasi difteri secara serentak melalui gerakan 'Outbreak Respons Immunization' (ORI) putaran kedua pada bulan Juli dan Agustus 2018, kembali menjadi perhatian UNICEF.

Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan Unicef Jawa-Bali mengatakan, Surabaya dikatakan layak anak bukan hanya karena sarana dan prasarana yang memadai, namun juga apabila telah melaksanakan imunisasi dasar minimal 95 persen. 

Menurutnya dengan pelaksanaan ORI Difteri untuk tahap kedua ini bisa menjadi jaminan Surabaya bebas difteri selama dua tahun ke depan.

"Jadi di setiap puskesmas jangan sampai ada satu anak yang tidak terimunisasi,"urainya dalam kunjungan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Selasa (31/7/2018).

Anak-anak Indonesia, lanjut Arie, merupakan komunitas terbesar ke empat di dunia. Punya mobilitas yang cukup besar, jadi mereka harus mendapat perlindungan yang kuat dari penyakit.

Sementara itu pelaksanaan ORI Difteri di SDM 4 Surabaya hari ini dilakukan pada 35 siswa saja.

Syaikhul Islam, Kepala SD Mudipat Pucang, mengatakan, para orangtua tidak perlu khawatir atas kehalalan vaksin difteri. Hal ini terlihat dari putaran pertama yang hampir 100 persen siswanya mendapat ORI Difteri.

“Saya berharap program imunisasi di sekolah bisa diikuti oleh semua siswa tanggal 14 Agustus mendatang, kalau kebetulan tidak bisa imunisasi di sekolah bisa imunisasi di Puskesmas,” ujar pria asal Bojonegoro itu.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved