Berita Surabaya

Bacakan Eksepsi 8 Halaman, Dua Terdakwa Sipoa Grup Ajukan Pindah Lokasi Tahanan

Pada sidang itu, tujuh pengacara terdakwa hadir dan menyiapkan eksepsi pada majelis hakim.

Bacakan Eksepsi 8 Halaman, Dua Terdakwa Sipoa Grup Ajukan Pindah Lokasi Tahanan
surya/sudharma adi
Kedua terdakwa saat dibawa ke ruang sidang di PN Surabaya, Selasa (31/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ruang sidang cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya penuh sesak warga yang jadi korban penipuan dan penggelapan Sipoa Group, Selasa (31/7/2018).

Mereka menyimak sidang lanjutan kasus ini berupa pembacaan eksepsi dari kuasa hukum dua terdakwa kasus ini, Budi Santosa dan Klemens Sukarno Candra.

Pada sidang itu, tujuh pengacara terdakwa hadir dan menyiapkan eksepsi pada majelis hakim.

Eksepsi yang disiapkan pengacara terdakwa itu terdiri atas 8 halaman.

“Saya minta pengacara terdakwa bisa membaca eksepsi secara ringkas,” jelas hakim ketua I Wayan Sosiawan, Selasa (31/7/2018).

Kemudian dua pengacara terdakwa, Desma Waruwu dan Timotius Apriyanto secara bergantian membaca berkas eksepsi itu.

Dalam eksepsi itu, ada beberapa poin yang ditekankan kuasa hukumnya, yakni karena lokasi Apartemen Royal Afatar World berada di Sidoarjo, maka sudah seharusnya perkara ini disidang di PN Sidoarjo.

“PN Surabaya tak berwenang mengadili perkara ini,” jelasnya.

Poin lain adalah perkara yang didakwakan pada kedua terdakwa ini seharusnya masuk ranah kasus perdata, bukan pidana.

Dengan begitu, maka tindak pidana tak dapat diproses dalam semua tingkat, mulai pemeriksaan hingga peradilan.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved