Citizen Reporter

Ada Perpustakaan di Trotoar Malang

Perpustakaan Trotoar Malang juga kerap mengadakan kegiatan mendongeng hingga mewarnai untuk anak-anak untuk memberikan nilai edukasi.

Ada Perpustakaan di Trotoar Malang
ist

Membaca bisa kapan dan di mana saja. Perpustakaan pun bisa berdiri di mana saja. Itu seperti Perpustakaan Trotoar Malang yang memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk membuka lapak bacaan, tepatnya di Alun-alun Kota Malang Jalan Merdeka Selatan, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Perpustakaan Trotoar Malang berdiri sejak Oktober tahun lalu. Keresahan akan tingkat baca yang cukup rendah dan kurangnya pemanfaatan ruang terbuka hijau untuk kegiataan literasi menjadi latar belakang berdirinya perpustakaan itu.

"Sering kami jumpai survei dari berbagai lembaga tentang rendahnya minat baca masyarakat dan kurangnya pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan literasi. Karena itulah kami mendirikan Perpustakaan Trotoar Malang," ujar Prasodjo (20), Koordinator Perpustakaan Trotoar Malang yang juga mahasiswa Universitas Islam Malang.

Berbeda dengan perpustakaan umumnya yang buka dari pagi hingga sore hari, perpustakaan itu hanya buka Sabtu sore dan Minggu pagi seperti Sabtu (28/7/2018) dan Minggu (29/7/2018).

Pengunjungnya berasal dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Di sana terdapat buku-buku dongeng, teologis (keagamaan), ideologi, sastra, hingga majalah.

Selain menggelar lapak perpustakaan di Alun-alun Kota Malang, Perpustakaan Trotoar Malang juga kerap mengadakan kegiatan mendongeng hingga mewarnai untuk anak-anak. Dengan begitu, selain meningkatkan minat baca masyarakat, mereka juga memberikan nilai edukasi kepada anak-anak.

"Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis tetapi ada nilai edukasi di dalamnya. Itulah yang sedang kami lakukan, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan mendongeng dan mewarnai," ujar Prasodjo.

Prasodjo mengungkapkan, anggota yang bergabung semakin bertambah. Antusiasme masyarakat yang mulanya minim, kian meningkat. Ke depannya, Prasodjo mewakili rekan-rekannya berharap Pemkot Malang bisa mempermudah perizinan tempat untuk komunitas yang bergerak di bidang literasi.

Pemkot Malang juga sebelumnya sudah membentuk perpustakaan baik perpustakaan keliling maupun bangunan statis. Sayangnya perpustakaan itu tidak disosialisasikan dengan baik. Sehingga masih banyak masyarakat yang kurang tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan yang dikelola Pemkot Malang itu.

"Kami berharap, PemkotMalang mengelola perpustakaan dengan baik. Ada ruang-ruang khusus yang disediakan untuk para pelajar dan mahasiswa serta masyarakat dalam meningkatkan minat baca. Kami juga berharap komunitas literasi mampu di permudah segala perizinan dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau yang ada di Kota Malang. Dengan begitu kami mampu terus berjuang dalam menyosialisasikan pentingnya membaca dan menulis kepada masyarakat sekitar yang bermanfaat bagi daerah itu," tutur Prasodjo.

Hasbilah Ahmad Ferdianto
Mahasiswa Universitas Islam Malang
trotoar.pustaka@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved