Berita Lamongan

Ada 9 Kasus Suspect Difteri Terdata di Lamongan, Ini Hasil Pemeriksaannya

eKgiatan ORI Difteri tahap kedua ini juga didukung oleh anggota TNI hingga ke jajaran terbawah.

surya/hanif manshuri
Anggota TNI AD Kodim 0812 Lamongan yang turut serta membantu pelaksaan program Ori Dipteri di sekolah-sekokah, seperti di Ngimbang, Jumat (27/72/108) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Sepanjang tahun 2018 hingga akhir Juli ini, ditemukan sedikitnya 9 kasus suspect difteri di Lamongan.

Namun, menurut Dinas Kesehatan, hingga saat ini belum ada yang divonis positif difteri.

"Jumlah itu (sembilan, Red) kasus suspect Difteri ini terdata dari Januari sampai dengan bulan Juni," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan, Bambang Susilo, Sabtu (28/7/2018).

Temuan itu kemudian lebih intens untuk dilakukan pemeriksaan dan hasilnya bisa dipastikan, 9 penderita itu dinyatakan negatif difteri.

"Alhamdulillah hasil pemeriksaan kuman negatif," katanya.

Saat ini Dinkes Lamongan tengah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri tahap II yang dilaksanakan sejak Minggu (1/7/2018) dengan waktu yang diperpanjang sebulan lagi, yakni 31 Agustus 2018.

Peĺaksanaan ORI Difteri putaran kedua ini, dilaksanakan di seluruh kabupaten atau kota se Provinsi Jawa Timur, dengan sasaran yang sama.

Mereka yang hari H pelaksaan dalam kondisi sakit, bisa ikut susulan yang masih ada waktu sampai akhir bulan Agustus nanti.

"Untuk sasaran ORI tahap II sama dengan ORI tahap I," ungkapnya.

Mereka adalah anak usia 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun.

Jumlah sasaran tetap seperti putaran pertama yakni dengan sasaran proyeksi 315.795 anak dan sasaran riil 324.635 anak.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved