Kamis, 28 Mei 2026

Berita Kediri

Menteri Agama Launching IAIN Kediri

STAIN Kediri resmi berubah menjadi IAIN Kediri. Launching transformasi itu dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Kamis (26/7/2018)

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin memukul beduk pertanda transformasi STAIN Kediri menjadi IAIN Kediri di Gedung Sport Center IAIN Kediri, Kamis (26/7/2018) petang. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Lembaga STAIN Kediri telah resmi berubah menjadi IAIN Kediri. Launching transformasi itu dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Gedung Sport Center IAIN Kediri, Kamis (26/7/2018) petang. 

Launching IAIN Kediri ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti.

Pada kesempatan itu Menteri Agama juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perkuliahan jurusan Ushuluddin IAIN Kediri.

Menag Lukman Hakim Saifudin berpesan kepada pengelola IAIN Kediri supaya memiliki satu fakultas atau progam studi khusus yang menjadi unggulan dan andalannya.

"Diharapkan dengan kekhususannya itu terhadap sesuatu, orang menengok kepada IAIN Kediri. Seperti kajian theologis perkembangan kekinian perlu menghadirkan kalangan akademisi," jelasnya.

Lukman Hakim kemudian memperjelas dengan mencontohkan, apakah ukuran keislaman seseorang dalam konteks beragamnya paham keagamaan.

"Ketika seseorang dikatakan tidak muslim lagi apa tolok ukur atau parameter minimal yang menyebabkan orang tidak lagi menjadi mukmin," jelasnya.

Apalagi saat ini kata Lukman Hakim banyak orang yang mengkafir-kafirkan sesama muslim. Karena urusan yang bukan pokok atau kilafi seperti pakai celana di atas mata kaki sepertinya sudah menjadi persoalan akidah.

Untuk itu umat dan masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan yang otoritatif dari pihak yang berilmu. Sehingga perlu ada masukan dari civitas akademika yangvhadir menjelaskan masalah ini.

Dengan hadirnya civitas akademika membuat masyarakat menjadi bangsa yang tercerahkan. "Kita punya wawasan yang luas dan tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain bahkan saling mengkafirkan," harapnya.

Sementara transformasi STAIN Kediri yang bermetamorfosa menjadi IAIN Kediri merupakan perjuangan panjang dan membutuhkan tekat yang kuat, visi hebat didukung orang yang berani dan semangat.

"Para pendiri IAIN Kediri tentu merasa gembira dan berbahagia atas perubahan status ini. Sehingga akan menentukan wajah Islam dan wajah Indonesia dimasa yang akan datang," jelasnya.

Apalagi visinya IAIN Kediri dimas mendatang menjadi kiblat pemikiran Islam tidak hanya di Indonesia tapi juga manca negara sebagai perguruan tinggi kelas dunia.

Sementara Rektor IAIN Kediri DR Nur Chamid,MM menjelaskan, setelah berubah menjadi IAIN Kediri bakal menambah fakultas dan progam studi baru. Salah satunya Fakultas Ilmu Bisnis termasuk prodi sains.

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah mengharapkan IAIN Kediri ke depan bisa memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat di Kota Kediri dan sekitarnya.

IAIN Kediri juga turut berperan serta menaikkan taraf pendidikan masyarakat. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri tahun 2017 bisa meningkat mencapai 77,13 dibanding tahun 2016 yang hanya 76,33. Pencapaian ini melebihi persentanse IPM Provinsi Jatim 70,27 dan IPM Nasional 70,81.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved