Berita Banyuwangi

BSTF dan Bank BCA Kampanyekan Cinta Penyu dan Ekosistem Laut ke Siswa Banyuwangi

BSTF bersama BCA mengempanyekan kelestarian ekosistem laut, utamanya keberadaan penyu, di sekolah-sekolah di Banyuwangi

BSTF dan Bank BCA Kampanyekan Cinta Penyu dan Ekosistem Laut ke Siswa Banyuwangi
surya/haorrahman
Aktivitas kampanye ekosistem laut yang digelar di SMPN 1 Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi mengampanyekan pada anak-anak untuk membiasakan diri cinta pada ekosistem laut. ‎Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) bersama, Bank Central Asia (BCA), mengempanyekan kelestarian ekosistem laut, utamanya keberadaan penyu, di sekolah-sekolah, Kamis (26/7/2018).

"Anak-anak memiliki daya ingat yang tinggi akan sesuatu. Kegiatan ini agar mereka terbiasa dan selalu ingat untuk menjaga ekosistem laut, utamanya dalam hal ini adalah penyu," kata Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati.

Program 'Kenali dan Lestarikan Aku' ini melibatkan 150 siswa-siswi SMPN 1, 150 siswa-sisw SD Negeri Model serta 125 orang nelayan dan masyarakat pesisir. Inge mengatakan, penyu laut ini merupakan salah satu spesies unik sekaligus kebanggaan nasional, merupakan hewan yang dilindungi. Di Indonesia terdapat 6 dari 7 spesies penyu yang ada di dunia.

"Kami mencoba melakukan upaya sederhana pelestarian penyu laut. Karena penyu hanya mau naik ke daratan yang ekosistemnya terjaga," kata Inge.

Dengan menjaga penyu, berarti turut melestarikan ekosistem laut. Menjaga ekosistem mangrove, keberadaan fungsi terumbu karang agar tetap produktif, hingga tidak membuang sampah utamanya plastik ke laut.

Di Indonesia terdapat 6 jenis penyu, dan empat jenis diantaranya bisa ditemui di Banyuwangi, yakni penyu hijau, penyu lekang, penyu belimbing, dan penyu sisik. Minus penyu pipih, dan penyu tempayan.

Ketua BSTF, Wiyanto Haditanojo, menerangkan dalam melestarikan penyu perlu dilakukan sejak dini.

Bukan hanya bergantung kepada penyu itu sendiri, melainkan ekosistem dan kualitas lingkungan hidup juga perlu dijaga.

"Dengan sosialisasi sejak usia anak-anak baik SD maupun SMP, diharapkan mereka dapat berpartisipasi mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat sampah," papar Wiwit sapaan Wiyanto Haditanojo di SMPN 1 Banyuwangi.

Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer, dan beberapa tempat, seperti di Pantai Boom, Pulau Santen, Pantai Cacalan telah menjadi tempat favorit bertelur penyu.

"Penting bagi kita untuk bertanggung jawab dan bersama-sama melakukan pelestarian penyu laut. Karenanya, kami berinisiatif memberi edukasi mengenai konservasi penyu kepada adik-adik siswa-siswi sejak dini," katanya.

Diharapkan, ke depannya bukan hanya organisasi seperti BSTF saja yang aktif melestarikan penyu laut, tetapi masyarakat mulai dari usia anak-anak, masyarakat umum, maupun masyarakat di pesisir pantai.

"Melalui edukasi konservasi penyu kepada siswa-siswi ini, kami harapkan dapat menambah wawasan, pemahaman dan pengetahuan tentang penyu sebagai salah satu jenis biota laut yang harus dilindungi sekaligus mendorong siswa-siswi untuk mulai mencintai biota laut, salah satunya penyu laut," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved