Citizen Reporter

Panas-Dingin, Dua Kutub dalam Es Krim

Potensi produksi jahe termasuk tinggi. Namun, warga hanya memprosesnya menjadi bubuk jahe siap seduh. Sekarang jahe dibuat menjadi es krim.

Panas-Dingin, Dua Kutub dalam Es Krim
ist

Dingin-dingin menghangatkan. Itu ungkapan Keke, panggilan Ineke Dahlia. Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang itu menggagas pembuatan es krim.

Es krim itu beda dari yang lain. Itu seperti semboyannya, es krim ini juga menghangatkan karena berperisa jahe.

Ide ini muncul di Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Potensi produksi jahe di desa itu termasuk tinggi. Namun, warga hanya memprosesnya sampai dijadikan bubuk jahe siap seduh. Berkat ide mahasiswa Pendidikan Kimia itu, jahe bisa menjadi produk yang digemari baik anak-anak maupun dewasa.

“Kalau produk ini tujuan pangsa pasarnya bisa banyak, karena anak-anak suka es krim dan orang dewasa suka jahe,” kata Keke yang mempraktikannya Kamis (5/7/2018). “Semakin luas pangsa pasarnya, maka akan semakin besar peluang usaha ini akan berkembang,” tambahnya.

Dibantu dua temannya, Antok Yuwono dan Friska Aprilia Puspitasari, mereka menggelar pelatihan pembuatan es krim jahe untuk ibu-ibu. Pelatihan ditujukan kepada ibu-ibu agar termotivasi untuk berinovasi.

“Sebentar lagi desa ini akan menjadi desa wisata yang biasanya para turis akan mencari khas dari daerah yang dikunjunginya,” tambah Antok yang juga Kordinator Lapangan KKN di Desa Sumbermanjing Wetan.

Dalam pelatihan juga diberitahukan cara pemasaran dan estimasi biaya dari produk. Itu dapat menambah motivasi para ibu agar segera merilis usaha itu.

“Untuk pemasarannya, nanti sementara bisa online, baik Instagram maupun Facebook atau bisa juga dititipkan di minimarket,” kata Friska yang menjadi bagian dari pemasaran produk.

Mahasiswa Administrasi Perkantoran itu menghitung, estimasi biaya. Untuk satu kali pembuatan bisa menghabiskan sekitar Rp 15.000 dan bisa menjadi 35-50 cup. Hasilnya ketika dijual Rp 1.000 sampai Rp 2.000.

Program itu didukung perangkat desa. Harapannya ke depan dengan kegiatan itu dapat menjadikan masyarakat yang berjiwa usaha agar dapat bersaing di era teknologi sekarang.

Arie Fuat Wijaya
Mahasiswa Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Malang
kknsumawe2018@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved