Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa Hongkong dan Jepang Ikuti Petra Summer Program, Mereka Belajar Indonesia terkait 3 Hal ini

"Pembelajaran para peserta ini hingga ke Pulau Bali, sebab Bali sudah sangat internasional untuk fokus ke pariwisata dan dunia kulinernya."

Mahasiswa Hongkong dan Jepang Ikuti Petra Summer Program, Mereka Belajar Indonesia terkait 3 Hal ini
SURYAOnline/Habibur Rohman
Peserta Petra Summer Program membuat makanan penutup dengan resep modifikasi di laboratorium Food and baverages UK Petra, Senin (23/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar Petra Summer Program (PSP) selama tiga minggu. Peserta program dilaksanakan saat liburan kuliah ini tak hanya mahasiswa UK Petra, tetapi mahasiswa Hong Kong Baptist University dan  mahasiswa International Christian University-Jepang.

Ketua Panitia PSP 2018 Yopi Yusuf Tanoto mengungkapkan program tahun ini merupakan tahun kelima.

Tiga program ditawarkan dalam PSP 2018 yakni Indonesian Culinary Art (ICA) oleh Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra, Indonesian Tourism Campaign (ITC) oleh Program Studi Ilmu Komunikasi dan Manajemen Kepariwisataan UK Petra, dan program Special Program for Industrial Challenge and Exposure (SPICE) oleh Program Studi Teknik Indistri UK Petra.

Tak seperti beberapa tahun sebelumnya, tahun ini PSP melibatkan tiga kota dalam pelaksanaannya, yaitu Surabaya, Pasuruan, dan Pulau Bali.

"Pembelajaran para peserta ini hingga ke Pulau Bali, sebab Bali sudah sangat internasional untuk fokus ke pariwisata dan dunia kulinernya,"jelasnya.

Ia menambahkan PSP diadakan agar mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan global agar siap terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya dengan cara yang menyenangkan.

Menggunakan pengantar bahasa Inggris, peserta PSP 2018 yang berjumlah 46 peserta ini terdiri dari 41 mahasiswa UK Petra, satu mahasiswa Hong Kong Baptist University-Hong Kong dan empat mahasiswa International Christian University-Jepang.

"Para mahasiswa nantinya akan memperluas dan menambah pengetahuan mengenai Indonesia baik industri pariwisata, komunikasi budaya, hingga industri kulinernya,"jelasnya.

Salah satu program yang diminati mahasiswa yaitu ICA. Hanjaya Siaputra, koordinator ICA mengungkapkan mahasiswa yang mengambil program ini akan dikenalkan berbagai bumbu nusantara. Kemudian diajarkan berbagai resep, termasuk resep peranakan tionghoa, mulai dari lontong Cap Gomeh, cantik manis, apem, hingga kolak.

“Karena mereka berada di Surabaya yang multi etnis, maka mereka akan belajar seni masakan Peranakan. Sangat menarik ketika belajar kuliner Indonesia ini ternyata bumbu dan rempah-rempahnya sangat bervariasi bahkan teknik memasaknya pun berbeda dibanding di Barat," urainya.

Luarannya nanti,lanjutnya, setiap peserta secara individu membuat resep kreasi yang dikumpulkan jadi buku resep. Buku resep ini akan jadi souvenir dan kenang-kenangan dalam PSP.

Law Oi Ying (22), mahasiswa asal Hongkong yang mengambil program ICA mengungkapkan  dirinya tertarik belajar budaya dan bahasa setiap traveling. Sehingga ia memutuskan mengikuti PSP.

"Saya belajar beberapa resep masakan Indonesia, paling suka nasi campur. Menurut saya makanan Indonesia banyak didominasi santan sehingga cenderung gurih manis,"jelas mahasiswa yang akrab disapa Amber ini.

Sementara Jenifer Laurens (21) mahasiswa jurusan Pariwisata UK Petra memutuskan menghabiskan waktu liburannya dengan PSP untuk memperbaiki mata kuliahnya. "Untuk jurusan saya, PSP ini bisa jadi alternatif perbaikan nilai, kalau saya ingin memperbaiki mata kuliah pengantar pariwisata,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved