Single Focus

Barbershop Muncul karena Perubahan Tren Rambut, Bertahan hingga Tiga Tahun Lagi

Pengamat barbershop sekaligus hair stylish dari Surabaya, Aan Anshori, menjelaskan, perkembangan barbershop di Surabaya cukup pesat.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
SURYAOnline/sudharma adi
Aan Anshori 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perkembangan barbershop di Jatim, khususnya Surabaya memang sangat pesat dalam beberapa tahun ini. Tren perkembangan barbershop ini tak lepas dari perubahan gaya rambut artis-artis, yang ditiru dan memunculkan barbershop.

Pengamat barbershop sekaligus hair stylish dari Surabaya, Aan Anshori, menjelaskan, perkembangan barbershop di Surabaya cukup pesat. Hampir di setiap kampung muncul barbershop. “Perkembangan barbershop sangat menggeliat,” ujarnya, Senin (23/7/2018).

Dia menuturkan, barbershop mulai bermunculan, tak lepas dari perkembangan dan perubahan gaya potong rambut pada kaum adam. Jika sebelumnya, gaya rambut orang Indonesia berkiblat pada gaya Jepang, dimana bentuk rambutnya lurus dan shaggy. Namun di zaman ini, gaya rambut yang dipakai adalah retro, dimana rambut di bagian samping kiri dan kanan habis dan hanya menyisakan bagian atasnya. “Tren itu biasa melihat dari orang terkenal, seperti artis-artis yang memakai gaya rambut retro. Karena ikut-ikutan tren, jadilah barbershop makin menjamur,” katanya.

Pada gaya rambut retro ini, tukang potong hanya memakai alat clipper atau pencukur. Setelah rambut di bagian samping dihabiskan, rambut bagian atas disisir rapi ke atas atau samping.

“Supaya terlihat rapi, maka biasanya diberi pomade atau minyak rambut. Gaya rambut seperti ini memang terinspirasi dari era 1930-1940an,” ujarnya.

Karena perubahan gaya rambut ini pada kaum adam, maka barbershop yang berdiri juga dikhususkan untuk para lelaki saja. Jika memang ada kaum hawa yang potong rambut di barbershop, maka perempuan ini punya kepribadian unik.

“Kalau konsumen, 99 persennya dari kaum adam. Jika pun ada perempuan yang mau ke barbershop, biasanya ingin potong rambut ala pria,” katanya.

Dengan banyaknya barbershop yang muncul karena tren gaya rambut, maka dia memperkirakan ini tak akan berjalan lama. Dengan siklus tren rambut, maka barbershop akan bertahan hingga tiga tahun ke depan. “Kemungkinan bisa tiga tahun ke depan,” pungkasnya.

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved