Berita Surabaya

Warga Pertanyakan Pemkot Surabaya Bangun Lift di Enam JPO  

Hingga akhir tahun ini, akan dibangun setidaknya 6 lift yang menempel pasa setiap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Surabaya.

Warga Pertanyakan Pemkot Surabaya Bangun Lift di Enam JPO  
surya/ahmad zaimul haq
Dua pejalan kaki melintas di bawa JPO Basra yang ditutup sementara, Kamis (19/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga akhir tahun ini, akan dibangun setidaknya 6 lift yang menempel pasa setiap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Surabaya. Fasilitas lift ini dibangun pihak ketiga sebagai semacam kompensasi.

 Sebab, masa sewa pihak ketiga tahun ini rata-rata sudah habis. Kontrak mereka akan berakhir pada akhir Desember 2018. Atas disetujuinya perpanjangan kontrak oleh Pemkot Surabaya, mereka membangunkan lift

 "Tidak hanya dua, tapi ada enam JPO yang akan dilengkapi fasilitas lift tahun ini. Semua pihak ketiga yang mengerjakan," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, Jumat (20/7/2018).

 Saat ini di Surabaya terdapat 14 JPO. Semua JPO di Surabaya dikerjakan pihak ketiga dengan sistem sewa. Bangunan Fisik JPO dikerjakan swasta. Hampir semua  rata-rata untuk kebutuhan perusahaan reklame. 

 Pembangunan lift yang menempel JPO itu sebagai penanda diperpanjangya sewa kembali setelah lima tahun berjalan. Pemkot telah menyetujui perpanjangan kontrak namun meminta dibuatkan fasilitas JPO di setiap lift.

Tahun ini rencananya ada enam JPO yang akan dibangun lift. Keenam JPO ini semua dikerjakan oleh PT Warna Warni, termasuk dua JPO yang sudah dikerjakan proyek lift nya.

 Keenam JPO yang akan dipasangi lift itu adalah 

1. JPO Basra depan hotel bumi

2. JPO Gubsur

3. JPO Pemuda

4. JPO Moestopo

5. JPO Wonokromo dpn Stasiun

6. JPO Dolog.

 
"Target kami keenam lift itu harus tuntas tahun ini. Bersamaan dengan masa beranhirnya kontrak sewa mereka lima tahun terakhir. Kami perpanjang lima tahun ke depan," jelas Yayuk, panggilan akrab Kepala Dinas Tanah dan Aset.

Tahun ini memang rata-rata batas akhir sewa penggunaan JPO oleh pihak ketiga.  PT Warna Warni mendominasi sewa JPO di Surabaya. Saat dikonfirmasi, Humas PT Warna Warni Dinar Aisyah mengkaui bahwa keenam JPO yang disewa akan dilangkapi lift

"Doakan semua lancar. Kami akan menuntakan lift di Basra dan Gubernur Suryo dulu," kata Dinar. 

Akan ada 7 JPO dengan fasilitas lift di Surabaya, termasuk yang sudah JPO lift yang sudah beroperasi saat ini di Jl Basra depan Tunjungan Plaza. Semua total 14 JPO nantinya diharapkan ada fasilitas lift.

Namun, Yayuk menegaskan bahwa peruntukan JPO itu harus untuk orang difabel dan lansia. Bukan untuk orang sehat. Apalagi Keberadan lift untuk main-mainan. 

 Yayuk belum bisa memberikan keterangan menyangkut besaran sewa JPO oleh pihak ketiga. Namun dia menyebutkan bahwa sesuai apraisal kelas jalan. JPO Tunjungan Plaza dan Pemuda paling mahal. 

 Sementara itu, Diki Wardana salah satu warga Surabaya mempertanyakan fasilitas lift di JPO. Dia kerap melintasi JPO TP yang sudah dilengkapi lift. Lift yang katanya untuk lansia dan difabel malah dengan bebas digunakan semua warga.

 "Lha kalau semua JPO dikasih lift, tidak semua JPO sering dilintasi orang. Untuk apa dibangun lift tapi yang memanfaatkan bukan difabel," kata Diki. 

Sementara itu, pasca penutupan JPO Basra depan Hotel Bumi atau Bank Jatim kini dikerahkan petugas Linmas membantu warga menyeberang. Saat awal JPO ditutup untuk tujuan pemasangan lift tak ada petugas linmas.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved