citizen reporter

Yang Utama, ABK Hidup Mandiri

Biarkan ABK berkembang optimal. Yang terpenting orang tua selalu mendampingi dan memberikan motivasi di setiap sisi perkembangannya.

Yang Utama, ABK Hidup Mandiri
ist

Menjaga anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan kesabaran. Siapa pun yang mendampingi sebaiknya bisa menangani ABK dengan baik.

Meski tidak mudah, selalu ada cara untuk melakukannya. Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melihat kebutuhan pendampingan bagi orang tua dari ABK.

Delapan ABK bersama orang tua yang mendampingi berkumpul di Balai Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gongdanglegi, Kabupaten Malang. Mereka bersama orang tua mengikuti Special Need Parenting, Sabtu (30/6/2018). Itu merupakan kegiatan pendampingan bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Muh Masykur, pakar dalam menangani ABK dan telah menjadi Direktur Yayasan Psychocare berbagi ilmu. Tidak hanya pendampingan, tetapi juga dilakukan analisis mengenai keterbatasan yang dimiliki ABK serta cara menanganinya.

Kegiatan diawali dari penyuluhan dan pemberian penguatan kepada orang tua ABK. Itu bertujuan untuk meyakinkan orang tua supaya bersyukur memiliki anak dengan keterbatasan. Itu bukan untuk disesali karena justru merekalah orang tua yang kuat yang dititipi anak istimewa.

Setiap manusia yang memiliki kekurangan, pasti memiliki keistimewaan lain. Selain itu, Masykur juga menyampaikan mengenai hal yang perlu dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan orang tua ABK.

Selesai menyampaikan penyuluhan dan memberi penguatan, kini giliran ABK yang mengambil alih peran untuk diperiksa mahasiswa yang sebelumnya sudah melakukan briefing dan simulasi yang dipimpin Masykur. Bentuk pemeriksaan yang diberikan mulai dari aspek kognisi, akademik, afeksi, sosial, minat bakat, dan psikomotor.

Selain itu, ada banyak permainan yang mengarah pada perilaku mandiri ABK. Itu karena ABK tidak boleh dituntut untuk berprestasi secara akademik, namun yang perlu diprioritaskan adalah membuat mereka belajar untuk hidup mandiri. Kegiatan itu diakhiri dengan sesi diskusi dan penyimpulan hasil analisis.

“Memiliki ABK tidak perlu ditakutkan. Biarkan mereka berkembang seperti manusia biasanya. Yang terpenting adalah peranan keluarga, khususnya orang tua untuk selalu mendampingi dan memberikan motivasi di setiap sisi berkembangnya,” ujar Masykur.

Ferry Alby
Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Malang
ferryalby1@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved