Perbankan
Pasar Kredit UMKM Masih Menarik Bagi Perbankan
BCA optimistis sektor UMKM masih menarik untuk mereka menggaet debitur. Apalagi di Surabaya, sektor UMKM cukup besar.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Nasabah yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih sangat menarik bagi perbankan untuk mengucurkan kreditnya. Apalagi di wilayah Kota Surabaya yang sebagian besar memiliki UMKM dari sektor perdagangan.
"Saat ini potensi UMKM sebagai pasar kredit kami cukup luas. Meski secara umum, jumlahnya dan nilai kreditnya tidak sebesar korporat," kata Chen Lin Andrew, Kepala BCA KCU Diponegoro, Selasa (17/7/2018) di sela kegiatan workshop "Satu Peluang Sejuta Bahagia" yang digelar BCA bersama sekitar 150 UMKM Surabaya.
Pasar UMKM saat ini masih sangat potensial. Meski di KCU Diponegoro, para pelaku UMKM ini tercatat sebagai debitur perorangan atau individu. Tidak terdata atas nama perusahaan.
Namun jumlahnya mencapai lebih dari 800 nasabah yang sudah berjalan sejak lama. Di tahun 2018 ini, KCU Diponegoro memtargetkan ada 46 debitur kredit baru dari segmen UMKM.
"Dan sampai semester I sudah sesuai progress, targetnya sampai akhir tahun bisa tercapai," jelas Chen Lin Andrew.
Saat ini, tercatat kontribusi kredit UMKM di KCU Diponegoro sekitar 15-20 persen dibanding kredit korporasi yang memang besar. Nilai kredit yang dikucurkan untuk kecil maksimal Rp 500 juta dan menengah hingga Rp 15 miliar.
Sementara itu, UMKM yang naik kelas misalnya kecil ke menengah dilihat dari permintaan kredit di KCU Diponegoro ada kenaikan sekitar 23 persen. Namun diakui Andrew, ada juga yang mengalami penurunan maupun stagnan.
"Karena usaha itu bermacam-macam, ada yang mengalami peningkatan besar, kecil, stagnan, hingga ada yang turun," ungkapnya.
Sementara itu kegiatan workshop yang diikuti 150 peserta oleh BCA ini, menampilkan narasumber selain dari BCA juga dari perusahaan platform toko online Blibli.com. Yaitu Merchant SME Acquistion Blibli.com, Angger Alfi dan Merchant Program Learning 7 Development Blibli.com David Pintubatu.
Sementara dari BCA adalah ekonom BCA David E Sumual. Tak ketinggalan Senior Legal Specialist Merk Ivan Geraldi dan Sosial Media Marketing, Rizfi Juliansyah.
Program ini merupakan langkah awal pengembangan UMKM di beberapa kota yang diselenggarakan oleh bakti BCA bagi pelaku UMKM. Melalui workshop ini diharapkan bisa menjadi trend sekarang bagi usahanya.
"Kami juga memberikan paparan tentang trend digit dan e-commerce dengan melibatkan narasumber dari blibli.com tersebut," tambah Ira Bachtar, Vice President CSR BCA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kredit-umkm-bca_20180717_221047.jpg)