Gebrakan Khofifah
Tahun Ajaran Baru, Khofifah Ingatkan Guru Agar Bentengi Siswa Dari Radikalisme
Khofifah Indar Parwaansa mengingatkan kepada para guru agar membentengi para siswa dari ajaran radikalisme.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Hari pertama tahun ajaran baru dipilih Khofifah Indar Parawansa untuk halal bi halal bersama guru-guru dan tenaga kependidikan di lembaga sekolah yang ia pimpim, Yayasan Pendidikan Khadijah, Senin (16/7/2018).
Dalam kesempatan itu, Calon Gubernur Jawa Timur 2019-2024 terpilih itu mengingatkan pada tenaga pendidik agar mewaspadai masuknya ajaran radikalisme di sekolah.
Pasalnya ajaram radikalisme saat ini banyak masuk mengincar pelajar SMP dan juga SMA. Sehingga penting menurut Khofifah peran tenaga pengajar untuk menjadi benteng utama.
"Saya ingatkan, yang menjadi benteng ini bukan hanya guru agama. Tapi semua guru, matematika, fisika, bukan guru agama saja," ulasnya.
Baca: Tak Cuma Dongkrak Industri Garam, Khofifah Indar Parawansa Ingin Bangun Pabrik Gula di Madura
Salah satu upaya yang bisa membentengi dari ajaran radikalisme adalah dengan menanamkan ajaran ahlussunnah wal jamaah kepada anak-anak sebagaimana dilakukan di sekolah Khadijah.
Pembiasaan aswaja serta nilai-nilai toleransi juga harus ditekankan pada anak agar tidak mudah melenceng ketika ada upaya pemaparan nilai-nilai radikalisme.
"Anak-anak harus diisi nilai-nilai toleransi dan pemahaman bahwa Islam itu rahmatan lil alamin, bukan kekerasan dan juga bukan kebencian," ucap wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Sementara itu, nilai nilai aswaja memang sudah menjadi hal yang umum diterapkan di sekolah Khadijah. Namun bukan berarti tidak bisa pula diterapkan di sekolah lain.
Sebagai gubernur terpilih ia juga mengimbau pada seluruh guru di Jawa Timur untuk mewaspadai hal yang sama. Nilai harmoni dan toleransi antar umat beragama harus terus diedukasi ke anak-anak.
Khofifah menegaskan, sebagai Ketua Yayasan Khadijah, ia mengaku akan terus mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas di sekolah-sekolah Khadijah.
"Kalau untuk ekspansi ke luar daerah masih belum. Kami masih akan fokus untuk membangun pengembangan di sekolah kami yang di Wonorejo di sana lebih memungkinkan untuk dilakukan pengembangan karena lahannya luas," ucapnya.
Meski saat ini antrean mendapatkan kursi di sekolah Khadijah sudah lima tahun, ia mengaku belum berniat melakukan franchise. Bahkan di sekolah Wonorejo yang saat ini tahun pertama untuk jenjang SD, antrean siswanya sudah dua tahun.
"Kesepakatan yayasan masih belum setuju untuk membuka di daerah lain," pungkas Khofifah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/khofifah-ingatkan-guru-bentengi-siswa-dari-radikalisme_20180716_225719.jpg)