Pilkada 2018

Syukuran Bareng Muslimat, Khofifah Sampaikan Komitmen Bangun Madura

Dikatakan Khofifah, ada urutan 1 hingga 10 kemiskinan. Satu hingga peringkat sembilan ternyata yang kemiskinannya paling dalam adalah NU

Syukuran Bareng Muslimat,  Khofifah Sampaikan Komitmen Bangun Madura
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Halal Bi Halal dan Syukuran di Singosari Malang, Sabtu (14/7/2018) 

SURYA.co.id | MALANG - Usai KPU menetapkan Khofifah Indar Parawana sebagai gubernur Jawa Timur terpilih dalam Pilgub 2018, gelora kegembiraan tak bisa dibendung di kalangan organisasi Muslimat NU.  Termasuk Muslimat NU di Malang Raya.

Untuk itu, jamaah Muslimat NU bersama Gerak Malang menggelar Halal Bi Halal sekaligus syukuran atas terpilihnya ketua umum mereka sebagai gubernur Jawa Timur hingga lima tahun mendatang. Acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Islah Singosari Malang ini dihadiri langsung oleh Khofifah, Sabtu (14/7/2018).

"KPU hari Selasa lalu sudah memutuskan Khofifah Emil adalah gubernur dan wakil gubernur terpilih.  Maka izinkan saya sampaikan bahwa nomor urut 1, maupun 2 kemarin hanya mikat nya saja,  atau tempat pemberangkatan," kata Khofifah. 

Oleh sebab itu jika ada yang dalam Pilgub kemarin setengah-setengah mendukung paslon 1, atau full support paslon nomor dua,  ia ingin baik muslimat maupun non Muslimat tetap bergandengan tangan. 

"Monggo semua sekarang saling bergandengan membangun Jawa Timur. Mari menyatukan seluruh energi untuk mewujudkan kesejahteraan di Jawa Timur," tegasnya. 

Ia menyebutkan bahwa pekan ini dirinya sempat sowan ke Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.  Dalam pertemuan itu ia banyak mendiskusikan upaya pengentasan kemiskinan, baik di Indonesia termasuk utamanya jawa Timur. 

Dikatakan Khofifah, ada urutan 1 hingga 10 kemiskinan.  Satu hingga peringkat sembilan ternyata yang kemiskinannya paling dalam adalah NU.

Karenanya JK meminta kelak ada zooming.  Dimana setiap RT dan RW dimunculkan data warga miskin supaya tahu penyebab kemiskinannya apa. 

"Saya diskusi juga terkait industri garam di Madura.  Bagaimana caranya kita bisa berikan nilai tambah ke petani garam di sana.  Serta saya juga ingin ada pabrik tebu disana sebab kebun tebu di Pasean itu luas dan memungkinkan untuk dibuat pabrik gula," katanya.

Selama ini,  mereka harus mengirim jauh ke Krian untuk bisa mengolah tebu menjadi gula.  Jika industri gula bisa didirikan di sana, maka tentu akan meningkatkan kesejahteraan warga Madura.

"Semua yang ingin kami lakukan dengan Madura agar mari bisa mengkayakan dan menajamkan nawa bhakti satya yang kami usulkan untuk bisa majukan kesejateraaan di jawa timur," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved