Berita Pendidikan Surabaya

Prihatin Sekolah Swasta Kekurangan Murid, SMP Muhammadiyah Khawatirkan terjadi PHK Guru

Mendekati hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru, SMP swasta di Surabaya kesulitan memenuhi pagu sekolahnya.

Prihatin Sekolah Swasta Kekurangan Murid, SMP Muhammadiyah Khawatirkan terjadi PHK Guru
surya/neneng uswatun hasanah
Murid-murid SMP Muhammadiyah 5 Surabaya menuliskan pesan untuk pemain sepakbola muslim favorit mereka di banner besar, Rabu (15/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mendekati hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru, SMP swasta di Surabaya kesulitan memenuhi pagu sekolahnya. Hal ini juga terjadi di sejumlah SMP Muhammadiyah di Surabaya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala SMP Muhammadiyah Se-Surabaya, Kaumin mengungkapkan saat ini sudah memasuki masa kritis penerimaan siswa, tetapi sekolah swasta masih kekurangan siswa.

"Harus disadari pencerdasan anak bangsa bukan hanya dilakukan sekolah negeri, sekolah swasta juga punya peranan jadi harus diberi kesempatan,"urainya dalam pers konferensi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kamis (12/7/2018).

Dikatakannya, di SMP Muhammadiyah beberapa sekolah menerima penerimaan siswa mencapai lebih dari 50 persen  dari pagu yang disediakan. Namun, banyak sekolah swasta lain yang menerima hanya 5 persen.

"Dengan tidak terpenuhi pagu yang ada, otomatis ada guru yang tidak kebagian jam dan akhirnya pasti tidak dipekerjakan lagi nantinya,"urainya.

Ia mengungkapkan hal ini karena sekolah negeri sudah menerima siswa tidak sesuai rombongan belajar sesuai dengan aturan Permendikbud.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved