Berita Pendidikan Surabaya

PPDB Jalur Mitra Warga Disebut Biang Minimnya Siswa Sekolah Swasta, ini Jawaban Pemkot Surabaya 

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menolak jika disebut ada yang salah dengan sistem PPDB Kota Surabaya khususnya di jalur mitra warga.

PPDB Jalur Mitra Warga Disebut Biang Minimnya Siswa Sekolah Swasta, ini Jawaban Pemkot Surabaya 
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Wakil Wali Kota Surabaya, Wishnu Sakti Buana dalam sebuah acara. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menolak jika disebut ada yang salah dengan sistem PPDB Kota Surabaya khususnya di jalur mitra warga.

Permasalahan jalur mitra warga sempat disebut MKKS SMP Swasta sebagai penyebab minimnya siswa pendaftar di sekolah swasta. Bahkan beberapa sekolah SMP hanya menerima siswa empat hingga lima siswa dalam satu tahun ajaran.

Menurut Whisnu yang menjadi penyebab bukan sistem mitra warga, melainkan lebih pada standardisasi kualitas sekolah swasta.

"Kita lebih melihat terkait standardisasi sekolah swasta. Komitmen kami tetap kita bantu sekolah swasta meski beberapa sekolah belum memenuhi standar. Nah kalau belum penuhi standar dan sedikit siswanya jangan menyalahkan," kata Whisnu saat diwawancara di DPRD Surabaya, Senin (9/8/2018).

Menurutnya, sekolah negeri di Surabaya sudah memenuhi aturan terkait pagi jalur mitra warga. Yang jumlahnya 5 persen dari total pagu siswa di masing-masing sekolah.

Pemenuhan pagu ini dikatakan pria yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini bahkan sudah rampung sebelum Lebaran.

"Kami tetap memaksimalkan upaya agar beasiswa bisa sampai 9 tahun. Paling tidak dengan beasiswa mitra warga mereka bisa gratis termasuk uang seragam," katanya.

Selain itu ia menjelaskan dalam mekanisme jalur mitra warga, jika sekolah negeri Surabaya sudah full, maka akan didistribusikan ke sekolah swasta yang dekat dengan rumah tinggal siswa.

"Tapi kalau ternyata standar kualitas sekolah swasta yang direkomendasikan jauh dibawah sekolah negeri, dan wali murid tidak bersedia memilih sekolah itu, kan buka salah kita," imbuh pria lulusan ITS ini.

Menurut Whisnu, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan sekolah swasta di Surabaya. Agar bisa membahas tentang standardisasi sekolah swasta. Ia ingin agar kualitas sekolah swasta bisa meningkat dan bisa bersaing dengan sekolah negeri.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved