Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

Usai Ledakan Bom Bangil-Pasuruan, Ini yang Dilakukan Wali Kota Risma

Salah satu pencegahan terorisme dan radikalisme dilakukan dengan operasi yustisi di berbagai titik Surabaya.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: irwan sy
surya/pipit maulidiya
suasana pertemuan 3 pilar di Graha Sawunggaling kantor Pemkot Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah kejadian ledakan bom di Bangil, Pasuruan kemarin (5/7/2018), Wali Kota Surabaya,Tri Rismaharini, mengumpulkan tiga pilar untuk rapat koordinasi. Rapat berlangsung di Graha Sawunggaling, Kantor Pemerintah Kota Surabaya, Jumat (6/7/2018) dan fokus membahas soal keamanan dan ketertiban Kota Surabaya.

Tampak hadir dalam rapat koordinasi itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno, Danrem, lurah dan camat se Surabaya serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Risma menyampaikan tujuannya mengumpulkan tiga pilar. Dia berharap agar pencegahan terorisme dan radikalisme terus dilakukan, meski selama ini sudah melakukan upaya pengamanan terbaik.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan di Kota Surabaya ini. Saya kumpulkan karena ternyata kita masih dekat dengan hal-hal yang mungkin mengganggu. Sebab, kalau naik bus dari Bangil ke Surabaya, paling hanya 30 menit. Jadi, mari kita sama-sama menjaga Kota Surabaya ini,” kata Wali Kota Risma membahas pelaku bom Bangil Pasuruan, yang kabur naik bus.

Dia menyampaikan salah satu pencegahan terorisme dan radikalisme itu bisa dilakukan dengan operasi yustisi di berbagai titik di Kota Surabaya.

Operasi yustisi juga sebaiknya tidak hanya menyasar perkampungan, seperti pinggiran kereta api dan sungai, namun juga rumah kos, kontrakan, dan perumahan-perumahan.

Risma juga meminta kepada tiga pilar agar orang-orang yang dicurigai harus terus diawasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tolong dipetakan kecamatan-kecamatan yang perlu didatangi terlebih dahulu, terutama kecamatan yang padat penduduknya. Kalau bisa pertemuan itu malam hari karena belajar dari pengalaman pertemuan malam hari, biasanya penuh (banyak yang datang),” tambah Risma.

Upaya yang selama ini dilakukan pemerintah kota Surabaya untuk terus siaga sudah dilakukan. Risma memeberikan semangat, sudah waktunya untuk maju atau menyerang bahaya terorisme.

“Sudah saatnya kita maju supaya mereka juga mikir kalau mau masuk ke Surabaya. Menyerang tidak harus dengan senjata,” kata Risma semangat.

Kapolrestabes Surbaya, Kombes Pol Rudi Setiawan ikut memberikan semangat kepada tiga pilar. Jika seluruhnya bekerjasama menyatukan kekuatan dan kewenangan maka tidak sebanding dengan pelaku teror.

"Apalagi warga Surabaya ini mewarisi jiwa-jiwa sebagai pejuang," imbuh Kombes Pol Rudi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved