Breaking News:

Berita Blitar

WNA Pantai Gading yang Ditangkap saat Tarkam di Blitar Lakukan Dua Kesalahan Ini

WNA Pantai Gading yang ditangkap imigrasi Blitar saat tarkam tak hanya mengabaikan dokumen resmi. Ia juga lakukan ini.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
surya/samsul hadi
Petugas Kanim Kelas II Blitar menunjukkan paspor asli dan paspor palsu milik Konan, Kamis (5/7/2018). 

Paspor lama milik Konan itu berlaku pada 5 April 2013 sampai 4 April 2018.

"Kami menyita dua paspor dari tersangka, satu paspor asli tapi sudah habis masa berlakunya dan satu lagi paspor baru tapi diduga palsu," ujar Akram.

Dikatakan Akram, petugas menjerat Konan dengan pasal 119 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta. Proses penyidikan terhadap Konan juga sudah selesai.

Petugas sudah menyerahkan berkas pemeriksaan ke Kejari Blitar.

"Berkas pemeriksaan sudah P21 (lengkap), kami tinggal melakukan pelimpahan tahap kedua. Pelimpahan tahap kedua mungkin pekan depan. Barang bukti dan tersangka kami serahkan ke kejaksaan," katanya.

Sebelumnya, petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar menangkap warga negara asing (WNA) asal Pantai Gading, Konan Nzue Ange Oliver (23).

Konan diduga tidak memiliki dokumen resmi selama tinggal di Jawa Timur.

Petugas menangkap Konan pada 27 April 2018. Konan ditangkap saat bermain kompetisi sepak bola antar-kampung (Tarkam) di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved