Berita Kampus Surabaya

Guru Besar Ubaya Dituntut 3 Bulan Penjara, Kuas Hukum: Prof Lanny seharusnya Bebas, ini Alasannya

Terdakwa kasus keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes, Prof Dr Lanny Kusumawati terancam dipenjara.

Guru Besar Ubaya Dituntut 3 Bulan Penjara, Kuas Hukum: Prof Lanny seharusnya Bebas, ini Alasannya
surya/sudharma adi
Prof Dr Lanny Kusumawati menjalani persidangan di PN Surabaya atas kasus keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes, Kamis (5/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terdakwa kasus keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes, Prof Dr Lanny Kusumawati terancam dipenjara. Itu setelah guru besar Universitas Surabaya ini dituntut pidana tiga bulan penjara.

Pada sidang di PN Surabaya, Kamis (5/7/2018), majelis hakim dipimpin Maxi Sigarlaki akhirnya menggelar sidabng tersebut setelah tertunda dua hari.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan yang sebenarnya sudah menyiapkan berkas tuntutan dua hari lalu itu juga akhirnya bisa membacakan berkasnya.

Dalam berkas tuntutan itu, Karmawan menguraikan bahwa dakwaan itu terbukti, karena terdakwa secara sadar melakukannya, sehingga dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP.

Adapun hal yang memberatkan adalah terdakwa berbelit-belit memberi keterangan dan tak menyesali atas perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa jadi tulang punggung keluarga.

“Menuntut hakim menjatuhi pidana tiga bulan penjara pada terdakwa,” tandasnya dalam persidangan, Kamis (5/7/2018).

Sedang kuasa hukum Prof Lanny, Alexander Arif menjelaskan bahwa seharusnya terdakwa bebas dari semua dakwaan. Itu terlihat dari semua penjelasan saksi-saksi dalam persidangan yang tak bisa memaparkan fakta secara jelas.

“Kami menilai bahwa terdakwa sudah seharusnya bebas,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Prof Lanny didakwa melanggar Pasal 263 KUHP yakni keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved