Breaking News:

Berita Surabaya

Diduga Lecehkan Agama, Pria di Surabaya Disidang, Jaksa Hadirkan Saksi Polisi, MUI, dan Ahli Bahasa

Dwi Handoko didakwa dengan pasal berlapis, Pasal 45A Ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan TI serta Pasal 156 KUHP tentang Penodaan Agama.

surya/sudharma adi
Dwi Handoko (pakai rompi) digiring petugas usai menjalani sidang di PN Surabaya, Kamis (5/7/2018). 

Adapun penasehat hukum terdakwa, Fariji, menilai bahwa pembelaan tetap akan dilakukan agar hukumannya tak berat. Pembelaan itu di antaranya dengan menyiapkan psikiater.

“Terdakwa ini sepertinya ada indikasi gangguan pikiran, sehingga kami berupaya membelanya,” katanya.

Terdakwa Dwi meng-upload tulisan yang menyamakan Dajjal dengan Allah SWT dan tulisan Stop Pray to Allah.

Tulisan di blogspotnya itu lalu dipindai dan disebar ke media sosial miliknya, seperti Facebook dan Instagram.

Kemudian pada Januari 2018 lalu, saksi Firman Ismail Manoarfa membuka Facebook miliknya dan saat membuka akun cakhandokoludruk, dia melihat postingan tulisan yang melecehkan Allah SWT itu.

Saksi lalu melapor ke Polres Tanjung Perak dan ditindaklanjuti dengan penangkapan dan penggeledahan.

Jaksa mendakwa Dwi Handoko dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45A Ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 156 KUHP tentang Penodaan Agama. 
 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved