Usai Gunung Agung Erupsi, Warga Dilarang Mendekat di Radus 4 Km, Ini Bahayanya!

Status Gunung Agung kembali ke Level III (siaga) setelah erupsi, Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA.

Usai Gunung Agung Erupsi, Warga Dilarang Mendekat di Radus 4 Km, Ini Bahayanya!
antara foto
Sejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017). 

SURYA.co.id - Status Gunung Agung kembali ke Level III (siaga) setelah erupsi, Senin (2/7/2018) pukul 21.04 WITA.

Dilansir dari Tribun Bali, erupsi Gunung Agung sempat terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Berdasarkan status tersebut, baik warga maupun pengunjung dilarang mendekat serta beraktivitas apapun di radius 4 kilometer dari kawah puncak gunung.

Baca: Akibat Erupsi Gunung Agung, Seluruh Penerbangan Tujuan Banyuwangi dari Bandara Juanda Dibatalkan 

Baca: BREAKING NEWS - Pengumuman SBMPTN 2018 Hari ini 3 Juli Bisa Dilihat Jam 15.00, Ini Caranya

Baca: Pengumuman Hasil SBMPTN Bisa Diakses Pukul 15.00 WIB

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, saat erupsi, lava dan batu pijar terlontar ke segala arah dengan jarak bervariatif mulai dari 500 meter hingga 2000 meter dari kawah Gunung Agung.

Ke depannya Gunung Agung masih akan mengalami erupsi efusif berupa aliran lava di permukaan dan ekposif berupa lontaran lava dan batu pijar.

"Untuk saat ini kami belum lihat kemungkinan akan munculnya awan panas. Karena amplitudo seismik (kehempaan) tidak mengalami peningkatan berarti. Tapi beberapa hari nanti, mungkim strombolian masih mungkin terjadi disertai dentuman," terang Devy Kamil.

Hal tersebutlah yang membuat warga di sekitaran lereng Gunung Agung memilih untuk menyelamatkan diri dan tinggal di pengungsian yang telah disediakan.

Rupanya mereka juga masih diselimuti rasa takut oleh kejadian serupa, yang terjadi sekitar 50 tahun lalu.

Pada tahun 1963 lalu, Gunung Agung memiliki aktivitas serupa seperti saat ini, namun lebih parah karena sampai memakan korban yang dikabarkan berjumlah ribuan.

Baca: Ajaib! Nining Sunarsih Masih Hidup setelah 17 Bulan Dikabarkan Tenggelam di Laut

Baca: Roy Kiyoshi Mengaku Lelah & Ingin Dilahirkan Kembali Jadi Orang Normal, Alasannya Bikin Sedih

Baca: Ke Luar Penjara, Rio Reifan Langsung Mau Nikah, Alasan ini yang Membuat Henny Mona Mau Menerimanya

Ni Wayan Krenyet (70) warga asli Tanah Aron mengatakan, warga Tanah Aron yang mengungsi ke Bale Gedung Serba Guna sekitar 15 KK (Kepala Keluarga).

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved