Breaking News:

DPRD Kota Surabaya

Ketua DPRD Surabaya Sidak Sentra PKL yang Sepi: Pedagang Ingin Tempatnya untuk Event

Para pedagang meminta kebijakan kepada Dinas Koperasi agar di Sentra Wisata Kuliner Simolowaru ini dapat diselenggarakan event-event tertentu.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
Surya/nuraini faiq
HARUS INOVASI – Sepinya Sentra PKL menjadi perhatian serius Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji dalam sidaknya. Karena itu, harus ada sentuhan inovasi dalam pengelolaan Sentra PKL dan Sentra Kuliner. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Leman, Ketua Paguyuban Sentra Wisata Kuliner Simolowaru, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperhatikan nasib para pedagang kaki lima (PKL). Pedagang berharap bisa mengembangkan usaha mereka.

"Penerangan di sentra kuliner ini perlu ditambah. Perlu juga ada papan nama Sentra Kuliner yang menarik," kata Leman.

Leman menambahkan, para pedagang juga meminta kebijakan kepada Dinas Koperasi (Dinkop) agar di Sentra Wisata Kuliner Simolowaru ini dapat diselenggarakan event-event tertentu. Bisa saja berupa lomba burung yang banyak peminatnya atau event lainnya.

Event itu bisa digelar secara rutin. Pada malam harinya, bisa juga dilakukan kerjasama dengan pegiat dan pelaku seni dan lainnya. Dengan begitu, diyakini sentra PKL akan dibanjiri pengunjung.

Leman mengaku, untuk menyiasati kondisi yang seperti ini, Sentra Wisata Kuliner Simolowaru membuat inovasi sendiri. Melalui paguyuban PKL, sentra Kuliner kini sudah bekerjasama dengan aplikasi. Aneka makanan bisa dipesan melalui online dan aplikasi Go Food.

Leman berujar bahwa sentra kuliner tersebut memang setiap harinya sepi. Pengunjung baru ramai saat digelar acara musik yang diadakan. Sebenarnya, ada lapangan futsal di bagian depan halaman Sentra PKL Semolowaru yang cukup membantu menambah jumlah pengunjung.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Erwin Tjahjuadi mencatat saat ini ada 45 setra PKL yang dibangun Pemkot Surabaya.

"Saat ini ada 17 Sentra PKL yang kondisinya sangat mempritahatinkan. Mereka hidup segan mati tak mau. Sebagian ada yang sudah mati, seperti di Simberojo, Pakal, dan Semampir,” ungkap Erwin.

Dalam kondisi begini, Dinkop dan UMKM seharusnya tidak lepas tangan. Setelah membangunkan sentra PKL, harus ada pemantauan secara berkala sampai setra PKL benar-benar hidup.

Menurutnya, Komisi B DPRD Kota Surabaya akan melakukan evaluasi terhadap anggaran pembangunan sentra PKL.

Pihaknya tidak akan memberikan anggaran, selama nasib PKLtanpa diberi sentuhan dan kreativitas. Dinkop harus ikut membangkitkan sentra PKL yang sepi. (fai)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved