Pilkada 2018

Evaluasi Pilgub, Kampanye Hitam Tak Lagi Efektif dalam Pilkada

Ia menyebutkan bahwa spanduk fatwa berbau SARA yang diterIma Khofifah Emil di penghujung masa kampanye, nyatanya tidak membawa dampak buruk.

Evaluasi Pilgub, Kampanye Hitam Tak Lagi Efektif dalam Pilkada
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Tim Khofifah Emil mencopot spanduk kampanye hitam berbau SARA di kawasan Surabaya selatan, Minggu (10/6/2018). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Juru Bicara Tim Pemenangan calon Gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak, KH Zahrul Azhar Asad, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pilgub 2018 harus menjadi bagian pembelajaran bagi semua pihak. Terutama terkait black campaign (kampanye hitam).

Sebagaimana disampaikan pria yang akrab disapa Gus Hans, kampanye hitam kini tidak lagi efektif untuk menjatuhkan pasangan lawan.

Justru sebaliknya, bagi siapa yang menggunakan kampanye hitam untuk menyerang dan menjatuhkan lawannya justru akan membalikkan posisi, sehingga lawannya mendapat simpati masyarakat.

"Kita bisa melihat dari proses kami, kami banyak diserang oleh kampanye hitam. Mulai video yang menjelekkan pasangan kami, sampai dengan kampanye hitam berbau SARA," kata Gus Hans, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, setiap kampanye hitam yang menerpa paslon tentu berdampak. Namun dampak yang ditimbulkan justru banyak yang menguntungkan paslon.

Ia menyebutkan bahwa spanduk fatwa berbau SARA yang diterIma Khofifah Emil di penghujung masa kampanye, nyatanya tidak membawa dampak buruk. Justru yang mendukung yakin bahwa yang memasang spanduk fatwa tersebut bukan dari paslon yang bersangkutan.

"Begitu juga dengan video yang menyindir paslo kami sok pintar dari kepala daerah Kota Surabaya yaitu bu Risma. Orang semakin cerdas dan simpati bahwa itu adalah bentuk kampanye hitam yang menjelekkan pihak lain, maka yang dipilih adalah pasangan tersebut," ucapnya.

Bahkan secara eksplisit Gus Hans mengatakan bahwa ia berterima kasih atas video yang dibuat oleh Risma tersebut. Yang akhirnya membuat paslonnya menang di Kota Surabaya. Yang padahal sebelumnya suaranya minus di wilayah tersebut.

"Intinya bentuk kampanye hitam sudah tidak efektif untuk menjatuhkan pasangan lawan. Warga Jawa Timur, terutama pemilih, sudah cerdas. Mereka lebih berpegang pada program, visi, misi dan figur," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved